Stok BBM Aman, DEN: Silakan Masyarakat Mudik Lebaran dengan Tenang

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 08 Maret 2026 | 21:51 WIB
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)
Ilustrasi pengendara motor mengisi BBM subsidi di SPBU. (SinPo.id/Agus Priatna)

SinPo.id - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi meminta masyarakat tidak cemas terhadap angka cadangan bakar bakar minyak (BBM) nasional yang saat ini berada di level 23 hari, melampaui standar minimal 20 hari. Stok sekitar 20 hari bukan berarti pasokan akan habis setelah periode tersebut berakhir.

"Jadi, 20 hari itu bukan berarti 20 hari lagi habis lalu kosong. Itu adalah stok yang terus berputar (circulating stock). Jadi, silakan mudik dengan tenang, jangan melakukan penimbunan yang justru bisa menciptakan risiko moral yang berdampak negatif terhadap perekonomian," kata Kholid dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026. 

Kholid meyakini, PT Pertamina (Persero) terus melakukan stabilisasi stok BBM melalui mekanisme distribusi berkelanjutan. Dia menerangkan, dalam sistem ketahanan energi terdapat tiga jenis cadangan, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional.

Cadangan operasional merupakan stok yang disediakan oleh badan usaha, seperti Pertamina, untuk menjaga kelancaran energi. Stok ini bersifat dinamis lantaran akan terus diisi kembali melalui pasokan dari produksi domestik maupun impor.

Senada, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, meminta masyarakat tetap tenang dan menghindari tindakan spekulatif. 

Dia memaparkan, 70 persen impor produk jadi BBM Indonesia berasal dari kawasan Asia Tenggara. Sehingga konflik di Timur Tengah tidak akan melumpuhkan pasokan dalam negeri. 

Ia juga menambahkan, cadangan operasional 20 hari Indonesia dinilai lebih tangguh dibandingkan beberapa negara tetangga. Sebagai perbandingan, Vietnam memiliki cadangan operasional 15 hari, sementara Laos berada di angka 10 hari. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI