Operasi Israel Cari Navigator Hilang 40 Tahun di Lebanon Tewaskan 41 Orang
SinPo.id - Operasi militer Israel untuk mencari keberadaan seorang navigator asal Israel yang hilang 40 tahun lalu setelah terjun payung dari pesawat tempurnya di Lebanon, telah menyebabkan puluhan orang tewas.
"Setidaknya 41 orang tewas dan 40 terluka," kata Kementerian Kesehatan Lebanon, dilansir dari Sky News, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut tentara Lebanon, pasukan komando Israel mendarat di pegunungan di sepanjang perbatasan dengan Suriah sebelum menuju ke kota Nabi Chit di timur, di mana mereka bentrok dengan Hizbullah dan pejuang lokal lainnya.
"Pasukan Israel mengenakan seragam tentara Lebanon, dan menggunakan ambulans dengan tanda Organisasi Kesehatan Islam Hizbullah, selama operasi tersebut," kata Komandan tentara Lebanon, Jenderal Rudolphe Haikal.
Tak hanya itu, angkatan udara Israel juga melakukan sekitar 40 serangan udara di daerah tersebut agar unit di darat dapat mundur.
Diketahui, seorang navigator asal Israel bernama Arad, hilang setelah terjun payung dari pesawat tempur yang jatuh di Lebanon pada tahun 1986, setelah dirinya terlibat dalam operasi melawan pejuang Palestina.
Sebuah faksi Muslim Syiah menangkap Arad hidup-hidup setelah ia mendarat, dan merilis beberapa fotonya di awal sebelum semua jejaknya menghilang.
Arad diyakini telah ditahan di Nabi Chit hingga tahun 1988, setelah itu ia hilang setelah pertempuran sengit antara pejuang Hizbullah dan pasukan Israel di desa Meidoun, lebih jauh ke selatan.

