Wamen P2MI: Iran Bukan Negara Penempatan Resmi Pekerja Migran Indonesia
SinPo.id - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menegaskan, Iran bukan merupakan negara penempatan resmi bagi pekerja migran Indonesia. Karenanya, jika ada WNI bekerja di Iran, kemungkinan besar tidak tercatat dalam sistem penempatan resmi pemerintah.
"Iran itu bukan negara penempatan pekerja migran Indonesia. Kalaupun ada yang bekerja di sana, kemungkinan besar mereka masuk secara nonprosedural atau tidak tercatat dalam sistem penempatan kami. Jumlah warga negara Indonesia di sana, termasuk yang bekerja di Kedutaan Besar RI di Tehran, juga tidak sampai 200 orang," kata Christina dalam keterangannya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Meski begitu, Christina memastikan, kementeriannya akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan eskalasi kondisi di kawasan Timur Tengah.
"Kami berharap situasi tetap kondusif. Namun pemerintah selalu siap. Jika sampai terjadi kondisi darurat yang memerlukan langkah evakuasi, mekanisme tersebut sudah dipertimbangkan dan dipersiapkan," ujarnya.
Dia menyampaikan, hingga saat ini belum ada laporan atau aduan terkait PMI yang terdampak konflik di Timur Tengah. KP2MI juga telah berkoordinasi intensif dengan perwakilan Indonesia di sejumlah negara Timur Tengah guna memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan kesiapan langkah mitigasi jika dibutuhkan.
"Direktorat Jenderal Pelindungan sudah melakukan rapat koordinasi intensif dengan perwakilan Indonesia di beberapa negara Timur Tengah yang berpotensi terdampak. Kami juga sudah membuka hotline serta membentuk crisis center untuk menerima laporan atau aduan dari masyarakat," ucapnya.
Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman dalam melakukan evakuasi warga negara dari wilayah konflik. Sehingga pemerintah sanggup bertindak cepat apabila diperlukan.
"Indonesia sudah beberapa kali melakukan evakuasi warga negara dari wilayah konflik. Jadi kalau memang diperlukan, pemerintah pasti bergerak untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia,” pungkasnya.
