Home /

Di Tengah Perang AS–Israel vs Iran, Saudi Tegaskan Ekonomi Stabil dan Fiskal Kerajaan Kuat

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Maret 2026 | 01:21 WIB
Ilustrasi Serangan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) (SinPo.id/X)
Ilustrasi Serangan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) (SinPo.id/X)

SinPo.id -  Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa kondisi fiskal negara tetap kuat meski konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus memanas dalam sepekan terakhir.

Melalui pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Keuangan Arab Saudi menyatakan aktivitas ekonomi di kerajaan masih berjalan normal meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat tajam.

“Aktivitas ekonomi di seluruh Arab Saudi terus beroperasi secara normal,” kata juru bicara kementerian dalam pernyataan yang menyinggung “perkembangan terbaru” di kawasan, tanpa secara langsung menyebut konflik yang sedang berlangsung.

Pemerintah Saudi juga memastikan bahwa kondisi fiskal negara tetap solid dan prospek ekonomi jangka menengah masih berada pada jalur yang stabil.

“Kami terus menilai indikator ekonomi dan fiskal secara berkelanjutan, dan data saat ini menegaskan bahwa posisi fiskal serta prospek jangka menengah kami tetap kuat,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah gejolak pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 20 persen sejak pekan lalu akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk.

Konflik tersebut juga berdampak pada jalur distribusi energi dunia. Sebagian ekspor hidrokarbon yang biasanya melewati Selat Hormuz dilaporkan terganggu, sementara sejumlah fasilitas energi di kawasan mengalami gangguan operasional.

Salah satu yang terdampak adalah fasilitas milik raksasa energi Saudi, Saudi Aramco, termasuk kilang minyak domestik terbesar perusahaan tersebut yang dilaporkan sempat menghentikan produksi.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi menegaskan negara itu memiliki beberapa jalur ekspor alternatif, termasuk melalui pelabuhan di kawasan Laut Merah, sehingga distribusi energi tetap dapat berjalan.

Para analis menilai pernyataan pemerintah Saudi bertujuan menenangkan pasar global sekaligus memastikan bahwa stabilitas ekonomi kerajaan tetap terjaga di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perdagangan energi dunia.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI