Home /

Pimpinan MPR Minta Negara-negara OKI Waspada Agar Tak Diadu Domba Oleh Israel-AS

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 05 Maret 2026 | 09:48 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (Sinpo.id/MPR)
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (Sinpo.id/MPR)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta kepada seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Timur Tengah, untuk tetap waspada dan tidak menjadi korban diadu domba melalui dugaan operasi false flag (bendera palsu) oleh pihak mana pun.

Karena hal itu dapat menyeret negara-negara Teluk ke perang terbuka melawan Iran dan melemahkan persatuan negara anggota OKI di kawasan tersebut. Pasalnya, adu domba dan perang terbuka itu sejalan dengan agenda Israel untuk memudahkan ekspansi mewujudkan mimpi berdirinya negara Israel Raya.

“Adu domba dan penyerangan terhadap target sipil, ekonomi, dan nonmiliter merupakan pola yang selama ini dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina di Gaza dan lainnya," kata HNW, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

"Hal ini harus diwaspadai ketika pola tersebut kembali terulang dalam perang Israel terhadap Iran, di mana sekolah, bahkan yang khusus perempuan, serta rumah sakit menjadi korban serangan," imbuhnya.

Terlebih menurut aktivis dan pengamat politik konservatif dari Amerika Serikat, Tucker Carlson, menyampaikan dugaan keterlibatan agen Mossad Israel yang menanam bom di Arab Saudi dan Qatar melalui operasi false flag. Pola operasi serupa juga terlihat dari pernyataan Rabbi Yahudi Yousef Mizrahi terkait penyerangan terhadap Masjid Al Aqsha.

Namun, pihak Qatar juga mengumumkan telah menangkap dua kelompok jaringan yang mengaku sebagai pendukung Garda Revolusi Iran yang beroperasi di Qatar. Hal ini, menurutnya, semakin menegaskan pentingnya kewaspadaan.

Oleh sebab itu, HNW berharap organisasi internasional yang berwenang, seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), segera mengambil tindakan nyata dan tegas untuk menghentikan perang.

Kemudian PBB dan OKI harus segera menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti menyerang target ekonomi vital nonmiliter di Saudi maupun Qatar, maupun yang menarget warga sipil di Iran, baik secara terbuka maupun melalui operasi bendera palsu.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI