Mentan Minta Tindak Pihak yang Tahan Stok Daging Sapi hingga Telur
SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta, pihak yang menahan pasokan daging sapi, ayam, dan telur, ditindak. Hal ini menyusul laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait masih ditemukannya kenaikan harga.
Menurut Amran, berdasarkan hasil pengecekan, tidak ada kendala pasokan dari sisi Kementan. Seluruh rekomendasi pemasukan sapi dan daging telah diterbitkan sejak Desember, sehingga tidak ada alasan bagi harga untuk melonjak.
"Rekomendasi sudah keluar semua. Di Kementerian Pertanian tanpa embel-embel, itu perintah saya sejak Desember. Kebutuhan sapi dan daging sapi sudah kita penuhi dan stok aman," kata Amran dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.
Amran mengungkapkan, indikasi kenaikan harga justru ditemukan di tingkat perantara, di mana pasokan diduga tertahan. "Semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai naik. Begitu kita cek, ini di middleman yang tidak benar," tegasnya.
Dia meminta Satgas Pangan, Ditkrimsus, hingga jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia, untuk melakukan pengawasan dan penindakan tegas jika ditemukan praktik penahanan stok atau permainan harga. Termasuk penyegelan apabila terbukti melanggar ketentuan.
Pemerintah juga menargetkan seluruh komoditas strategis tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan memastikan pasokan dari hulu mengalir lancar ke pasar dan tidak ada ruang bagi spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.
Tak luput, Amran menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha pangan dan eksportir yang dinilai konsisten menjaga produksi serta memperluas akses pasar.
"Japfa, Charoen Pokphand, dan yang lainnya terima kasih ya para pengusaha. Ini yang kita ingin capai,” ujarnya, merujuk pada capaian ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste pada sepanjang Maret 2026.
Senada, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengusulkan penguatan pengawasan harga terutama pada periode peningkatan permintaan seperti Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Ia menilai transparansi informasi harga di tingkat pasar menjadi instrumen penting untuk mencegah spekulasi.
"Setiap pasar diusulkan memiliki panel harga yang meng-update informasi secara berkala agar konsumen tahu harga riil," kata Agung.
Agung menyampaikan, sebelum Ramadan pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga. "Kami mohon pelaku perunggasan turut mengawal stabilitas agar tidak terjadi kenaikan yang berlebihan di tingkat pedagang," pungkasnya.
