Home /

Ekspor 2.280 Ton Beras untuk Jemaah Haji, Mentan: Ke Depan Lebih Besar Lagi

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 04 Maret 2026 | 17:28 WIB
Pelepasan ekspor beras Bulog ke Arab Saudi. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pelepasan ekspor beras Bulog ke Arab Saudi. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan, ekspor perdana 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia, merupakan tonggak penting tranformasi pangan nasional. Diharapkan, ke depan jumlah ekspor beras Indonesia terus meningkat. 

"Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi," kata Amran dalam pelepasan ekspor beras premium 'Befood Nusantara' di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. 

Amran menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini stok beras nasional mencapai 3,7 juta ton. Angka tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah. 

Pemerintah, lanjut dia, sekarang sudah mulai menjajaki peluang ekspor beras ke beberapa negara lain seiring meningkatnya produksi domestik.

"Nah ini kita ekspor, kita sudah menjejaki beberapa negara. Saudi Arabia, Papua New Guinea, Malaysia, dan Filipina," ujarnya.

Dia memastikan, ekspor beras premium ke Arab Saudi ini tidak akan mengganggu untuk pasokam dalam negeri. Sebab, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk kebutuhan masyarakat.

Bagi Amran, ekspor untuk konsumsi jemaah haji ini, justru menunjukkan kemampuan Indonesia menyediakan beras berkualitas premium kepada pasar internasional.

"Tetapi khusus untuk jemaah kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20-50 ribu ton. Kemudian nanti ke negara lainnya lagi. Nah yang sekarang ini (ekspor) 2.280 ton (untuk jemaah haji)," tandasnya. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, kualitas beras yang diekspor ke Arab Saudi untuk jemaah haji Indonesia ini tergolong sangat tinggi. Di mana, tingkat pecahan beras hanya sekitar 4 persen dengan kadar air di bawah 14 persen.

"Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog. Selama ini Bulog membuat beras premiumnya adalah beras yang pecahannya 15 persen," kata Rizal.

Riza menerangkan, dalam pengiriman ini, Bulog menggunakan tiga kapal berbeda yang berasal dari perusahaan pelayaran internasional maupun domestik.

"Shipping yang kita gunakan ada 3. Jadi ada Hyundai Unity, Wan Hai, dan Kota Sejati," kata Riza.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI