Home /

Wapres Apresiasi SMP Santo Yusup Sudah Aplikasikan Coding untuk Ciptakan Produk

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 04 Maret 2026 | 17:11 WIB
Wapres Gibran meninjau pembelajaran AI di SMP Santo Yusup, Bandung (SinPo.id/ Setwapres)
Wapres Gibran meninjau pembelajaran AI di SMP Santo Yusup, Bandung (SinPo.id/ Setwapres)

SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan literasi digital di SMP Santo Yusup, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 4 Maret 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi teknologi dalam proses belajar mengajar di tingkat pendidikan menengah pertama.

"Saya mengapresiasi bahwa pengaplikasian coding sudah bisa diterapkan di SMP, walaupun produknya masih sangat standar, tapi saya mengapresiasi bahwa dengan usia anak-anak yang masih SMP, mereka bisa menciptakan sebuah alat, mereka bisa membuat sebuah alat yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari," ujar Gibran sambil meninjau kegiatan pembelajaran serta berdialog dengan para guru dan siswa terkait penerapan AI.

Gibran berharap para siswa terus mengembangkan inovasi yang telah dirintis tersebut agar semakin bermanfaat di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, transformasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi guna mempersiapkan generasi muda menghadapi era ekonomi digital dan industri 4.0.

"Ke depannya diharapkan bisa lebih mengembangkan lagi produk-produk yang bisa bermanfaat, dan lebih maju lagi dari yang sudah ada saat ini," ujarnya

Sementara itu, Guru TIK SMP Santo Yusup, Didit Wahyu Triono menjelaskan, AI telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka.

"AI sudah diintegrasikan ke mata pelajaran Informatika sejak Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah ini. Secara otomatis literasi digital juga diterapkan secara bersamaan," kata Didit.

Dia menerangkan, langkah ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan digital yang menuntut siswa untuk terbiasa mengikuti kemajuan teknologi informasi.

Adapun AI diajarkan untuk membantu proses pembelajaran sekaligus mengembangkan bakat dan minat siswa, dengan tetap menerapkan pembatasan sesuai usia melalui arahan dan pendampingan guru.

"AI merupakan alat yang dapat membantu anak-anak mendapatkan sudut pandang dari sisi lain. AI juga bisa digunakan sebagai kamus dan perpustakaan digital yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan coding dengan memahami logika sebuah alat bekerja," tuturnya.

Ia menambahkan, sejak program ini berjalan, siswa dapat mempelajari banyak hal yang mungkin tidak mereka peroleh hanya dari buku pelajaran. Sekolah pun menyediakan fasilitas pendukung seperti laboratorium komputer yang mudah diakses dengan izin guru, akses internet yang memadai, serta ruang belajar yang kondusif.

Pihak sekolah berharap dukungan pemerintah terus diperkuat guna mengembangkan program literasi AI dan digital, khususnya penguatan pembelajaran coding di masa mendatang.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI