MPR soal Penutupan Masjid Al Aqsha oleh Israel: OKI Harus Segera Bertindak

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:52 WIB
Masjid al-Aqsha. (SinPo.id/Dok Muslim Hands Org)
Masjid al-Aqsha. (SinPo.id/Dok Muslim Hands Org)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), agar segera mengambil langkah konkret untuk lebih maksimal membela dan menyelamatkan Masjid Al Aqsha yang saat ini ditutup oleh Israel.

Karena apabila Masjid Al Aqsha sampai jatuh dalam kekuasaan Israel, terlebih jika diubah menjadi Solomon Temple seperti yang diinginkan Israel, maka ide menghadirkan Palestina merdeka dalam skema two state solution tidak akan dapat diwujudkan.

“Penutupan Masjid Al Aqsha selama tiga hari berturut-turut di bulan Ramadan oleh Israel adalah tragedi dan merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah," kata HNW, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

"Hal ini seharusnya makin menjadi perhatian publik karena bersamaan dengan kembali dilanggarnya perjanjian damai ketika Israel menutup lagi perbatasan di Rafah sehingga bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang sebelumnya terlaksana tidak sampai sepertiga dari yang disepakati, kini bahkan tidak lagi dapat dimasukkan," imbuhnya.

Ia pun meminta agar OKI sebagai organisasi yang didirikan untuk membela Masjid Al Aqsha dapat lebih fokus mengawal persoalan tersebut yang perkembangannya semakin mengkhawatirkan.

Karena selain menangkap Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha, Parlemen Israel (Knesset) juga mulai menyetujui pemindahan hak administrasi pengelolaan Masjid Al Aqsha kepada lembaga keagamaan Yahudi, dan kini Israel menutup masjid tersebut secara total. 

“Padahal UNESCO, lembaga resmi PBB, telah menetapkan bahwa Masjid Al Aqsha merupakan warisan budaya umat Islam sejak 2016,” tegasnya.

Oleh sebab itu, kata HNW, penting bagi Indonesia sebagai anggota OKI untuk mengusulkan agar Sekretaris Jenderal OKI segera mengundang penyelenggaraan KTT Luar Biasa tingkat kepala negara anggota OKI guna memutuskan langkah yang lebih tegas.

“Semoga kejahatan Israel terhadap Masjid Al Aqsha, masjid suci dan kiblat pertama umat Islam, dapat menyadarkan umat untuk bersatu dan bekerja sama menyelamatkan Masjid Al Aqsha serta menghentikan penjajahan," katanya menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI