Prabowo Bahas Posisi RI di Board of Peace Gaza dan Kesiapsiagaan Hadapi Perang Iran–AS-Israel,

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 07:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/Tim Media)
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id -  Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi kebangsaan selama 3,5 jam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 3 Maret 2026 malam, membahas dampak eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap posisi Indonesia, termasuk perannya sebagai anggota Board of Peace (BoP) Gaza.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Hadir pula para mantan Menteri Luar Negeri, ketua umum partai politik, pimpinan lembaga negara, dan jajaran Kabinet Merah Putih.

Mantan Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Hassan Wirajuda, menjelaskan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah apakah eskalasi perang di Iran akan melemahkan mandat dan posisi BoP Gaza.

“Apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan posisi dan mandat BoP, itu akan kita perhitungkan lagi,” ujar Hassan usai pertemuan.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menggambarkan kompleksitas geopolitik global saat ini, termasuk melemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tantangan dalam menegakkan hukum internasional ketika pelanggaran dilakukan negara-negara besar.

Menurut Hassan, Presiden mengibaratkan Indonesia kini harus “menavigasi bukan hanya dua karang, tetapi beberapa karang”, merujuk pada banyaknya tantangan geopolitik dan potensi dampak terhadap keamanan global serta ekonomi dunia, khususnya pasokan minyak dan gas.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Presiden menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan akibat konflik Timur Tengah.

“Apa pun yang akan terjadi, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Sugiono.

Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan menyampaikan sikap Indonesia yang menyesalkan gagalnya perundingan serta mendorong semua pihak kembali ke meja dialog.

Selain itu, Sugiono menyebut Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator guna membantu menurunkan eskalasi konflik di kawasan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah juga bersiap melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran apabila diperlukan. Sugiono mengaku telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi bagi WNI yang ingin dipulangkan, meski tidak seluruhnya memilih kembali ke Tanah Air.

Pertemuan yang berlangsung cair dan dialogis itu menegaskan sikap Indonesia untuk tetap aktif dalam diplomasi perdamaian, sembari mengantisipasi dampak geopolitik dan ekonomi global dari konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI