Home /

Rafael Grossi: Tak Ada Bukti Iran Bangun Bom Nuklir

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 06:26 WIB
ILUSTRASI NUKLIR
ILUSTRASI NUKLIR

SinPo.id -  Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti Iran sedang membangun bom nuklir. Namun, ia mengingatkan bahwa kurangnya akses penuh bagi para inspektur badan tersebut ke fasilitas nuklir Iran merupakan persoalan serius.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Grossi menyebut pihaknya telah konsisten melaporkan perkembangan program nuklir Iran secara transparan.

“Saya sangat jelas dan konsisten dalam laporan saya tentang program nuklir Iran: meskipun tidak ada bukti Iran sedang membangun bom nuklir, persediaan besar uranium yang diperkaya mendekati tingkat senjata serta penolakan untuk memberikan akses penuh kepada inspektur saya menjadi alasan kekhawatiran serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama Iran belum membantu menyelesaikan isu-isu pengamanan (safeguards) yang masih tertunda, IAEA tidak dapat memberikan jaminan bahwa seluruh program nuklir Iran sepenuhnya bertujuan damai.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan isu nuklir Iran kembali menjadi sorotan internasional. Sikap IAEA menegaskan pentingnya transparansi dan kerja sama teknis guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan.

Macron: Serangan AS-Israel ke Iran Langgar Hukum Internasional

 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bahwa serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu merupakan tindakan di luar hukum internasional. Namun, ia juga menegaskan bahwa Teheran memikul tanggung jawab utama atas memburuknya situasi.

“Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk melancarkan operasi militer yang dilakukan di luar hukum internasional, dan itu tidak dapat kami setujui,” ujar Macron dalam pernyataannya.

Meski demikian, Macron menilai program nuklir Iran yang disebutnya “berbahaya”, dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan, serta kebijakan domestik pemerintah Iran, menjadi faktor utama yang memicu konfrontasi.

Menurutnya, kebijakan Iran selama ini telah meningkatkan ketegangan regional dan menciptakan kondisi yang berujung pada eskalasi militer terbaru.

Sementara itu, badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency, sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Iran sedang mengembangkan bom nuklir.

Pernyataan Macron mencerminkan posisi Prancis yang berada di antara kritik terhadap tindakan militer sepihak dan kekhawatiran terhadap aktivitas nuklir serta peran geopolitik Iran di Timur Tengah. Sikap ini menambah dinamika diplomatik di tengah konflik yang terus meluas dan memicu kekhawatiran global.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI