Home /

Sirene Kembali Berbunyi di Aqaba Jordania setelah Pembukaan Wilayah Udara

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 05:20 WIB
Wilayah Udara (Pixabay)
Wilayah Udara (Pixabay)

SinPo.id -  Sirene peringatan dilaporkan kembali berbunyi untuk ketiga kalinya di Kota Pelabuhan Aqaba, Yordania, yang terletak berseberangan dengan Kota Eilat di Israel selatan. Informasi ini diperoleh dari laporan jurnalis Al Jazeera Arabic di lapangan.

Peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah pemerintah Yordania mengumumkan pembukaan kembali wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait stabilitas keamanan di kawasan perbatasan Laut Merah.

Kedutaan AS di Amman Evakuasi Staf

 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman, Yordania, melakukan evakuasi staf diplomatik sebagai langkah pencegahan setelah terdeteksi ancaman langsung terhadap fasilitas mereka. Informasi tersebut disampaikan melalui dokumen resmi yang dipublikasikan di situs misi diplomatik tersebut.

Evakuasi dilakukan “sebagai tindakan pencegahan”, meski pihak kedutaan tidak merinci bentuk ancaman yang dimaksud. Langkah ini terjadi tak lama setelah kelompok milisi Irak yang didukung Iran, Kataib Hezbollah, mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania.

Situasi di sekitar kompleks kedutaan dilaporkan berada dalam status siaga maksimum. Kepolisian Yordania secara resmi mengimbau warga yang tinggal di sekitar area diplomatik untuk tetap berada di dalam rumah, menutup jendela, dan mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan.

Sepanjang Selasa, aparat keamanan terlihat memperketat penjagaan dan memblokir total akses jalan menuju kompleks diplomatik Amerika. Suasana krisis semakin terasa dengan bunyi sirene darurat yang berulang kali terdengar, serta pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania yang terbang rendah di atas kawasan diplomatik.

Langkah evakuasi terkoordinasi ini dinilai bisa menjadi awal dari penarikan lebih luas personel diplomatik Barat dari Yordania, seiring memburuknya situasi keamanan regional.

Kekerasan meningkat tajam sejak Sabtu lalu, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pasca peristiwa tersebut, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus melancarkan serangan ke wilayah Iran.

Sebagai balasan, Teheran bersama sekutu regionalnya melakukan serangan balasan terarah, tidak hanya ke Israel tetapi juga terhadap aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk serta fasilitas vital produksi minyak dan gas dunia.

Evakuasi di Amman menjadi gambaran nyata meningkatnya kerentanan posisi Barat di kawasan, ketika konflik kian meluas secara tak terduga dan memicu ketidakpastian baru di Timur Tengah.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI