Ledakan Terdengar Serentak di Dubai, Doha, dan Kuwait, IRGC Klaim Serangan Balasan Besar-besaran
SinPo.id - Ledakan keras dilaporkan terdengar hampir bersamaan di Dubai, Doha, dan Kuwait pada Selasa waktu setempat. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan insiden tersebut terjadi di tengah gelombang serangan balasan Iran menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel dalam operasi bertajuk Operation Roaring Lion.
Saksi mata yang dikutip Reuters juga melaporkan dentuman keras di Dubai dan Doha. Ketegangan meningkat setelah Iran disebut telah menembakkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara Arab tetangga sejak Sabtu pagi.
UEA Klaim Ratusan Proyektil Ditembak Jatuh
Pada Senin, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa sejak awal serangan, sebanyak 174 rudal balistik terdeteksi mengarah ke wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 161 berhasil dihancurkan sistem pertahanan udara, sementara 13 lainnya jatuh ke laut.
Selain itu, 689 drone Iran terdeteksi, dengan 645 berhasil dicegat dan 44 jatuh di wilayah UEA. Delapan rudal jelajah juga dilaporkan berhasil dihancurkan.
Meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat, beberapa di antaranya menghantam target penting, termasuk area sekitar Dubai International Airport serta ikon wisata dunia seperti Burj Al Arab dan kawasan hotel di Palm Jumeirah.
Tiga orang dilaporkan tewas dan 68 lainnya mengalami luka ringan akibat rentetan serangan tersebut.
Asap juga terlihat membumbung di zona industri minyak Fujairah setelah serpihan drone yang dicegat memicu kebakaran, menurut kantor media setempat.
Qatar dan Irak Ikut Terdampak
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan pihaknya menembak jatuh dua jet tempur Su-24 yang datang dari arah Iran.
Sementara itu, di Irak, tiga drone bersenjata ditembak jatuh di atas Bandara Erbil, wilayah utara negara tersebut yang menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat. Sumber keamanan setempat tidak merinci asal maupun target drone tersebut.
Aktivitas Pelabuhan dan Peringatan Keamanan
Di Dubai, perusahaan logistik global DP World mengumumkan bahwa operasional Pelabuhan Jebel Ali telah kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat situasi keamanan di kawasan Teluk.
Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Yordania mengeluarkan peringatan keamanan kepada warganya untuk tetap berada di dalam rumah menyusul laporan adanya rudal dan drone yang terdeteksi di wilayah udara negara tersebut.
Ketegangan Regional Meningkat
Serangan dan ledakan di berbagai negara Teluk menandai eskalasi signifikan konflik antara Iran dan aliansi AS-Israel. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan dan energi global.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik, sementara negara-negara di kawasan memperketat pertahanan udara dan meningkatkan status siaga nasional.

