Soroti Perputaran Uang di Daerah, Menag Usul MTQ Jadi Agenda Tahunan
SinPo.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengusulkan agar penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dilaksanakan setiap tahun secara nasional, tidak lagi berselang-seling dengan Seleksi Tilawatil Quran (STQ).
"Kita ingin kembalikan (MTQ) menjadi setiap tahun. Ini adalah budaya rakyat yang besar. Di tingkat kecamatan maupun kabupaten, tidak ada kegiatan yang semeriah MTQ. Masyarakat sangat merindukan syiar ini," ujar Nasaruddin pada acara Anugerah Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 yang digelar RRI, Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurut Nasaruddin, secara substantif tidak ada perbedaan mencolok antara STQ dan MTQ, terutama dalam implementasi di tingkat daerah. Energi, persiapan, hingga antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyambut keduanya relatif sama besar.
Nasaruddin menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar urusan syiar agama, melainkan juga instrumen penggerak ekonomi riil. Dia menilai, menjadi tuan rumah MTQ justru memberikan keuntungan finansial bagi daerah, melampaui biaya yang dikeluarkan APBD.
Selain itu, adanya efek domino ekonomi (multiplier effect) yang sangat nyata. Perputaran uang dari puluhan ribu peserta dan pengunjung mengalir deras mulai dari sektor transportasi lokal hingga kuliner, termasuk menghidupkan sektor UMKM melalui kemunculan pasar-pasar kaget di sekitar lokasi acara yang menyentuh langsung ekonomi pedagang kecil.
"Jika puluhan ribu orang membelanjakan minimal 500 ribu rupiah per hari, belum termasuk hotel, maka pendapatan itu langsung dirasakan masyarakat. Setelah dihitung-hitung, pendapatan daerah justru lebih besar daripada pengeluarannya," ujarnya.
Tak lupa ia mengapresiasi konsistensi RRI dalam menyelenggarakan PTQ hingga tahun ke-55. Beliau berharap ajang ini terus dipertahankan dengan inovasi-inovasi atau varian baru yang mengikuti perkembangan zaman.
"Kementerian Agama pastinya akan memberikan dukungan penuh. Semoga kedepan muncul varian-varian baru yang bisa dikembangkan dalam syiar Islam melalui tilawah ini," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Radio Republik Indonesia (RRI), I. Hendrasmo menerangkan, PTQ ke-55 ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda berdasarkan nilai-nilai Al-Quran.
"Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PTQ ke-55 Tahun 2026 dan hari ini berada di penghujung kegiatan yang penuh makna dan keberkahan," kata Hendrasmo.
Dia menyampaikan, PTQ tahun ini memiliki makna mendalam. Karena berlangsung pada bulan suci Ramadan. "Ramadan jadi momentum pembinaan spiritual dan penguatan iman yang selaras dengan semangat tilawah Al-Quran," ungkapnya. .
Adapun tema PTQ ke-55 yaitu "Memperkuat Generasi Muda Al-Qur’an di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045", merupakan refleksi atas tantangan zaman. Di mana, generasi muda saat ini menghadapi peluang besar sekaligus tantangan kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
"Nilai-nilai Al-Quran harus menjadi landasan utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan berakhlak mulia," kata Hendrasmo.
