Home /

Didesak Evaluasi Keanggotaan BoP, Dave Singgung Peran Strategis Indonesia

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 03 Maret 2026 | 12:55 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Agung Laksono menilai bila keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) memberikan keuntungan strategis. Indonesia dapat terus berperan sebagai juru damai, menjaga konsistensi sikap, dan memperkuat kredibilitas politik luar negeri.

Menurut dia, langkah itu sejalan dengan kepentingan nasional sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai negara yang konsisten menolak segala bentuk kekerasan dan mengedepankan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

"Komisi I DPR RI mendukung agar pemerintah terus aktif mendorong peran Indonesia melalui jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI, dengan sikap konsisten menolak agresi, menjunjung hukum internasional, dan memperjuangkan stabilitas kawasan," kata Dave di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

Dave mengingatkan dalam Pembukaan UUD 1945 tegas disebutkan bila Indonesia berkomitmen untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Untuk itu, kata Dave, BoP dapat menjadi sarana penting bagi Indonesia untuk menyuarakan prinsip perdamaian melalui diplomasi, sekaligus menegaskan politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, tetapi selalu aktif mendorong solusi damai.

"Dengan demikian, keberadaan Indonesia di dalam forum internasional bukan sekadar simbol, melainkan sarana nyata untuk memastikan suara bangsa ini tetap didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional," katanya.

Kendati begitu, Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini memahami adanya desakan dari berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Indonesia mengevaluasi keanggotaan BoP usai Iran dibombardir Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dave menilai desakan itu sebagai wujud keprihatinan bangsa Indonesia atas kondisi yang terjadi sekarang, khususnya perang antara AS dan Israel dengan Iran.

"Empati terhadap penderitaan dan keresahan masyarakat dunia tentu dapat dimengerti, karena setiap tragedi kemanusiaan selalu menyentuh nurani bangsa ini," kata Dave.

AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI