Pemprov DKI Siapkan Rp15 M untuk Revitalisasi Museum MH Thamrin
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk merevitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Dia menyebut, langkah ini sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas Betawi di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Senin, 2 Maret 2026.
“Saya sudah memutuskan untuk Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini,” kata Pramono dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Pramono, museum tersebut akan diarahkan menjadi pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif dan lebih menarik bagi pelajar serta masyarakat luas. Revitalisasi ini, kata dia, juga telah dikoordinasikan dengan Ketua Umum Bamus Betawi, Fauzi Bowo.
Selain pembenahan museum, Pramono menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pemerintahannya. Dia menyebut penguatan identitas lokal harus hadir secara konkret dalam aktivitas resmi pemerintah provinsi.
“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” tuturnya.
Pramono juga memaparkan sejumlah agenda penguatan tradisi Betawi, di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berjenjang dari tingkat RT/RW hingga provinsi, serta pelaksanaan Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas.
Adapun penataan kesenian ondel-ondel turut menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, akan mengarahkan pertunjukan ondel-ondel agar tampil di panggung resmi dan representatif, bukan lagi di pinggir jalan.
“Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh,” tutur Pramono.
Dia berharap Majelis Kaum Betawi dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas sosial dan membina generasi muda.
“Saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” tandasnya.

