Donald Trump Akui 3 Tentara AS Tewas dalam Perang Iran, Sebut Operasi Bisa Berlangsung Empat Pekan
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya angkat bicara terkait korban pertama militer AS dalam perang melawan Iran. Dalam wawancara telepon eksklusif dengan Daily Mail pada Minggu 1 Maret 2206, Trump mengonfirmasi tiga prajurit Amerika tewas dalam pertempuran.
Ketiga anggota militer tersebut belum diumumkan identitasnya ke publik.
“Mereka orang-orang hebat. Dan, Anda tahu, kami memang memperkirakan itu bisa terjadi, sayangnya. Bisa terjadi terus-menerus — bisa terjadi lagi,” ujar Trump dari resor pribadinya di Mar-a-Lago.
Korban Pertama di Masa Jabatan Kedua
Trump mengakui bahwa ini merupakan korban pertama pasukan AS di masa jabatan keduanya. Ia menyinggung bahwa operasi sebelumnya, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari dan pemboman fasilitas nuklir Iran pada Juni, berlangsung tanpa korban jiwa dari pihak Amerika.
“Kami sudah melakukannya dengan cukup baik. Tapi mereka orang-orang hebat, dengan catatan luar biasa,” kata Trump.
Perang Diperkirakan Empat Pekan
Trump juga membeberkan kemungkinan durasi konflik dengan Iran. Menurutnya, operasi militer ini diperkirakan berlangsung sekitar empat minggu.
“Ini selalu menjadi proses empat minggu. Kami memperkirakan sekitar empat minggu atau kurang. Negara itu besar, jadi akan memakan waktu,” jelasnya.
Ia menyatakan sejauh ini jalannya operasi sesuai rencana, bahkan mengklaim lebih banyak pemimpin Iran yang tewas dari perkiraan awal.
“Kami menyingkirkan seluruh kepemimpinan mereka — jauh lebih banyak dari yang kami kira. Sepertinya 48 orang,” ungkap Trump.
Peluang Diplomasi Masih Terbuka
Meski demikian, Trump tidak menutup kemungkinan pembicaraan dengan Iran. Namun ia menyindir bahwa peluang dialog seharusnya dilakukan lebih awal.
“Mereka ingin berbicara, tapi saya bilang seharusnya berbicara minggu lalu, bukan minggu ini,” katanya.
Trump juga menyebut telah berbicara dengan para pemimpin Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania terkait perkembangan konflik. Ia menanggapi kemungkinan keterlibatan Arab Saudi dengan mengatakan, “Mereka juga sedang bertempur.”
Akan Sampaikan Pidato ke Publik
Presiden menyatakan akan segera memberikan pembaruan resmi kepada rakyat Amerika. Pengumuman awal serangan ke Iran sebelumnya ia sampaikan melalui platform Truth Social pada Sabtu dini hari.
Selain itu, Trump memastikan pemerintahannya telah menghubungi keluarga tiga prajurit yang gugur. Ia mempertimbangkan untuk menghadiri prosesi pemulangan jenazah secara militer di Pangkalan Udara Dover atau mengundang keluarga korban ke Gedung Putih.
Di tengah konflik yang memanas, Trump tetap menyuarakan harapan bahwa Iran suatu hari dapat berkembang menjadi negara demokratis setelah operasi militer berakhir.
“Banyak hal bisa terjadi. Dan banyak hal yang sangat positif bisa terjadi,” ujarnya.

