NGO SMART 171 Kecam Serangan AS-Israel Terhadap Iran

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 01 Maret 2026 | 12:39 WIB
Serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel (SinPo.id/X)
Serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel (SinPo.id/X)

SinPo.id - NGO SMART 171 mengecam keras eskalasi kriminal dan tanpa provokasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Padahal dalam negosiasi perdamaian, Menteri Luar Negeri Oman telah sepakat untuk menghentikan penimbunan uranium.

Artinya, sudah ada opsi damai dalam negosiasi. Sehingga serangan terhadap Iran dapat disebut sebagai kekerasan dan pelanggar hukum internasioanl yang selama ini dibiarkan berjalan tanpa konsekuensi.

"Semua bangsa di dunia anti intervensi asing pada negara mereka. Dahulu ketika Indonesia menghadapi agresi militer Belanda dan sekutu, seluruh lapisan masyarakat bangkit melawan," kata Direktur SMART 171 Maimon Herawati, Minggu, 1 Maret 2026.

"Anak cucu mereka, kita, mendukung dan mengelu-elu perlawanan itu. Bandung lautan api, Surabaya 10 November dan sebagainya. Begitu juga bangsa Iran saat ini," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut AS dan Iran sebagai negara preman. Karena selama dua tahun ini, dunia telah dipaksa menyaksikan Gaza dihancurkan Israel menggunakan senjata Amerika, dengan perlindungan politik Amerika,

"Amerika dan Israel jelas adalah dua negara preman di dunia. Melawan preman, sikap harus jelas, tolak, lawan. Preman tidak berhenti di satu titik. Mereka akan terus merangsek sampai pemilik sah tanah terusir, seperti Palestina," ungkapnya.

Oleh sebab itu, SMART 171 meminta agar ada penghentian segera seluruh eskalasi militer lebih lanjut, kepatuhan mutlak terhadap hukum internasional tanpa pengecualian, akuntabilitas penuh atas setiap pelanggaran Piagam PBB, dan tekanan global yang berkelanjutan untuk mencegah perang regional yang lebih luas.

Kemudian pihaknya juga dengan tegas menolak kekerasan yang terus diperluas. Dari Gaza hingga Teheran, dari Havana hingga Caracas. Karena apabila dibiarkan di satu wilayah, ia akan menjalar ke wilayah lain. Kemarin Palestina, lalu Venezuela, mungkin menyebar ke Greenland, atau bisa saja lanjut ke Indonesia.

"Inilah mengapa SMART 171 terlibat dalam Global Peace Convoy, Sumud Nusantara, dan Global Sumud Flotilla. Inilah mengapa kami berorganisasi. Inilah mengapa kami bersama berlayar," katanya menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI