Serangan AS-Israel ke Iran Picu Chaos Penerbangan di Timur Tengah, Puluhan Ribu Penumpang Terjebak
SinPo.id - Serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 memicu gangguan penerbangan besar-besaran di Timur Tengah dan wilayah internasional, saat ruang udara regional ditutup dan puluhan ribu penumpang terpaksa tertahan.
Israel, Qatar, Syria, Iran, Irak, Kuwait, dan Bahrain menutup ruang udara mereka, sementara bandara Muscat di Oman dan seluruh penerbangan di Uni Emirat Arab dibatasi, menurut FlightRadar24. Maskapai utama Timur Tengah seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad, Flydubai, dan Gulf Air membatalkan ratusan penerbangan, dengan banyak penumpang dialihkan ke Eropa atau kembali ke bandara asal.
“Tidak ada cara untuk memaniskan situasi ini,” kata analis industri penerbangan Henry Harteveldt. “Penumpang harus bersiap menghadapi penundaan dan pembatalan beberapa hari ke depan.”
Diperkirakan lebih dari 90.000 penumpang yang biasanya terbang harian melalui Dubai, Doha, dan Abu Dhabi terdampak langsung. Bandara internasional Dubai dan Abu Dhabi membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan pada Sabtu saja. Banyak maskapai memberikan opsi reschedule tanpa biaya tambahan bagi penumpang terdampak.
Maskapai global, termasuk Delta, United, KLM, Lufthansa, Air France, American Airlines, Virgin Atlantic, dan British Airways, menunda atau membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Lebanon, dan sejumlah tujuan di Timur Tengah. Turbulensi perjalanan diperkirakan akan berlangsung setidaknya beberapa hari hingga konflik mereda.
Seorang penumpang di Newcastle, Inggris, mengaku kebingungan setelah penerbangan langsung ke Dubai dibatalkan: “Tidak ada yang tahu kapan kami bisa terbang,” ujarnya.

