Erdoğan Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Kutuk Balasan Drone dan Rudal Iran di Teluk
SinPo.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan Israel dan AS ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 namun juga mengecam serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk sebagai “tidak dapat diterima.” Erdoğan menekankan perlunya tindakan cepat para aktor regional untuk menghentikan konflik.
“Serangan AS dan Israel terhadap tetangga kami, Iran, sangat mengkhawatirkan,” ujar Erdoğan dalam pidato televisi. Ia menambahkan, serangan Iran terhadap negara Teluk tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.
Konflik dimulai Sabtu pagi dengan serangan Israel dan AS ke Iran, yang kemudian dibalas Iran melalui drone dan rudal ke target di Teluk dan Israel. Erdoğan menyebut Turki telah mendorong dialog diplomatik, tetapi kurangnya kepercayaan antara pihak-pihak terkait menghambat kemajuan. Turki kini akan mempercepat upaya diplomasi untuk membawa semua pihak kembali ke meja negosiasi.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan melakukan pembicaraan telepon dengan rekan-rekannya dari Iran, termasuk Abbas Araghchi, dan enam diplomat senior lainnya untuk membahas langkah-langkah menghentikan serangan. Erdoğan menegaskan keamanan perbatasan Turki sepanjang ±500 km dengan Iran tetap terkendali, dengan polisi, jenderal, dan intelijen mengambil langkah pengamanan.
Menteri Dalam Negeri Mustafa Çiftçi juga berkoordinasi dengan pejabat Azerbaijan dan Irak terkait penguatan kerja sama keamanan perbatasan. Turki sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 74.000 warga Iran pemegang izin tinggal dan sekitar 5.000 pengungsi.

