Tinjau Perbaikan Jalan Parung Bogor, Menteri PU Targetkan 1-2 Bulan Selesai

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:33 WIB
Ilustrasi aktivitas perbaikan jalan nasional ruas Parung Bogor. (SinPo.id/dok. KemenPU)
Ilustrasi aktivitas perbaikan jalan nasional ruas Parung Bogor. (SinPo.id/dok. KemenPU)

SinPo.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan mempercepat perbaikan jalan nasional pada ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung Bogor, Jawa Barat, guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ditargetkan, dalam waktu dua bulan perbaikan jalan tersebut selesai. 

"Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini, tapi belum sempurna, kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua bulan ini sudah selesailah," ujar Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau kondisi ruas Jalan Parung Bogor, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Dody menyampaikan, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama. Ia juga menyoroti hasil patching di sejumlah titik yang belum rata dan masih terasa bergelombang. Hal ini berpotensi membahayakan pengendara. 

Untuk itu, Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat agar tidak hanya melakukan penambalan parsial, tetapi melakukan perbaikan menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 km dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong. Tujuannya supaya kontur jalan lebih mulus dan aman.

Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari menambahkan, terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung. 

"Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman," ujar Rina. 

Selain penambalan lubang, BBPJN DKI–Jabar juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar serta normalisasi saluran drainase untuk memastikan aliran air berjalan optimal. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketahanan konstruksi jalan dan mencegah kerusakan berulang, khususnya pada musim hujan.

Rina menjelaskan, salah satu faktor penyebab kerusakan pada ruas tersebut adalah perbedaan struktur antara jalur cepat yang sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement) dan jalur lain yang telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). Kesenjangan struktur ini kerap memicu timbulnya lubang, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak berfungsi maksimal.

"Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminannya agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton," katanya.

Melalui percepatan penanganan ini, Kementerian PU memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas pada aspek keselamatan pengguna jalan serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur nasional. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI