Menlu AS Marco Rubio Larang Dubes Berkomentar Publik di Tengah Ketegangan Iran

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:11 WIB
Perang (pixabay)
Perang (pixabay)

SinPo.id -  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memerintahkan para duta besar AS di Timur Tengah untuk menahan diri dari pernyataan publik yang berpotensi memperburuk ketegangan dengan Iran. Arahan ini disampaikan melalui memo internal yang dilaporkan oleh The Guardian.

Dalam memo tersebut, Rubio menegaskan bahwa para kepala misi diplomatik harus menghindari komentar, wawancara, maupun aktivitas di media sosial yang bisa memicu reaksi negatif di kawasan atau menimbulkan kebingungan terkait kebijakan AS.

"Chiefs of Mission are expected to avoid all commentary on issues that could heighten tensions or create confusion about US policy. Discipline in public messaging is essential, especially at this time," demikian isi memo.

Instruksi ini muncul beberapa hari setelah Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi lewat pernyataannya di podcast Tucker Carlson. Huckabee menyebut Israel memiliki hak biblikal atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, yang kemudian memicu kecaman luas.

Langkah Rubio dipandang sebagai teguran langsung terhadap Huckabee, karena pernyataannya dianggap mengganggu upaya diplomasi Washington untuk menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya.

Rubio dijadwalkan berkunjung ke Israel pada 2–3 Maret untuk membahas keamanan regional, termasuk isu Iran, Lebanon, serta implementasi 20-Point Peace Plan Presiden Trump untuk Gaza.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS juga mengizinkan keluarga staf non-esensial untuk meninggalkan Israel karena meningkatnya risiko keamanan. Ketegangan semakin tinggi setelah putaran ketiga negosiasi tidak langsung AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa hasil jelas.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan damai masih mungkin dicapai, namun tidak menutup kemungkinan adanya serangan militer.

"There might be, and there might not be," kata Trump, menambahkan bahwa lebih baik jika kesepakatan tercapai tanpa kekerasan, tetapi terkadang tindakan militer diperlukan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI