Usai Perang 12 Hari, Iran Dekati Rusia dan China untuk Sistem Rudal

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:10 WIB
Rudal (pixabay)
Rudal (pixabay)

SinPo.id -  Setelah konflik “Perang 12 Hari” melawan Israel pada Juni 2025, pemerintah Iran mempercepat negosiasi dengan Rusia dan China untuk memperoleh sistem rudal canggih. Menurut laporan Financial Times dan Reuters, pembicaraan ini tetap berlanjut meski embargo senjata internasional kembali diberlakukan pada September lalu.

Iran sebelumnya dilarang melakukan perdagangan senjata sebagai bagian dari upaya internasional menekan program nuklirnya. Namun, setelah embargo berakhir pada Oktober 2023, Iran segera menandatangani kontrak pembelian pesawat tempur Rusia dan komponen rudal balistik dari China.

Pasca perang, Iran disebut menandatangani kontrak dengan Moskow untuk sistem 9K336 Verba senilai €495 juta. Kesepakatan itu mencakup 500 peluncur dan 2.500 rudal 9M336 yang akan dikirim dalam tiga tahap antara 2027–2029. Sistem Verba dikenal efektif melawan target rendah seperti helikopter dan drone.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Iran juga tengah bernegosiasi dengan Beijing untuk membeli rudal anti-kapal CM-302, versi ekspor dari YJ-12. Rudal supersonik ini mampu menghantam target sejauh 290 kilometer, sehingga memperosiasi. Beijing disebut mempertimbangkan dampak politik di kawasan, terutama dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Situasi ini menunjukkan kerangka pengendalian senjata terhadap Iran semakin rapuh. Rusia dan China menolak mengakui legalitas “snapback” sanksi PBB, dan tetap melihat peluang bisnis dalam memperkuat kemampuan militer Iran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI