PKS Sentil Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Rp8,5 M, Ingatkan Pemimpin Harus Empati
SinPo.id - Anggota Komisi II DPR RI menyentil kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terkait pengadaan anggaran mobil dinas yang mencapai Rp 8,5 miliar. Rudy diingatkan jika pimpinan harus melayani.
"Menjadi pemimpin itu melayani. Leaders eat last," kata Mardani kepada wartawan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Legislator dari Fraksi PKS ini menyebut Rudy Ma'sud mestinya bisa lebih berempati. Dia mengatakan bila anggaran senilai Rp8,5 miliar untuk satu mobil sudah salah secara etika.
"Bahkan mestinya yang paling akhir menikmatinya, mestinya punya empati. Secara logika dan etika angka Rp8,5 M untuk satu mobil itu salah," katanya.
Mobil dinas senilai Rp8,5 miliar ini disorot usai Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud megeklaim proses pengadaan sesuai aturan. Rudy Mas'ud bahkan tak segan menyebut nilai anggaran fantastis yang digelontorkan untuk mobil dinas itu guna menjaga muruah Kaltim.
Sementara itu, Sekda Kaltim Sri Wahyuni menyatakan rencana pengadaan telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah.
Dia mengatakan kendaraan operasional tersebut ditujukan untuk menjangkau wilayah Kaltim yang punya karakteristik geografis ekstrem. Sri mengungkapkan mobil dinas gubernur harus bisa melalui medan berat di Kaltim.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif," ujar Sri.
