Menkop Dorong Kopdes Dapat Bersaing dengan Ritel Modern

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 26 Februari 2026 | 21:24 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (SinPo.id/ Dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (SinPo.id/ Dok. Kemenkop)

SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi desa atau kelurahan Merah Putih menjadi pemain ritel modern di tingkat desa. Dia menilai negara perlu mengatur ekspansi ritel modern agar tidak mematikan usaha rakyat dan membuka ruang lebih besar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Ferry menegaskan pengaturan tersebut bukan berarti pemerintah menutup gerai yang sudah beroperasi, termasuk Alfamart dan Indomaret. 

“Koperasi retail modern yang ada itu sebaiknya stop di kecamatan aja, jadi jangan nambah lagi itu jadi bukan nyetop yang udah ada,” kata Ferry, dalam tayangan podcast Hendri Satrio Official, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut dia, gerai ritel modern yang telah beroperasi tetap dihormati karena berkontribusi membuka lapangan kerja dan menyediakan fasilitas bagi masyarakat. Namun, kata Ferry, ekspansi baru sebaiknya tidak masuk ke wilayah pedesaan agar koperasi desa dapat menjalankan model usaha serupa.

“Pernyataan lengkapnya itu saya sebenarnya minta bahkan saya sampaikan langsung kepada pihak Indofood (pemilik Indomaret) supaya keberadaan retail modern yang sudah ada itu jangan masuk ke desa, tapi yang sudah ada monggo tetap jalan,” ujar Ferry. 

Ferry menilai pengaturan pertumbuhan ritel modern merupakan bentuk kehadiran negara untuk mencegah potensi monopoli yang ekspansif. Dia menolak anggapan langkah tersebut mencerminkan ketakutan menghadapi persaingan usaha.

“Itu kan harus diatur, negara harus hadir untuk mengatur itu. Jangan sampai kemudian terjadi monopoli yang sifatnya ekspansif yang kemudian malah mematikan usaha rakyat,” ucap Ferry.

Dia mengatakan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan memprioritaskan produk-produk yang diproduksi masyarakat setempat. Kebijakan ini, kata Ferry, merespons banyaknya keluhan pelaku UMKM yang kesulitan menembus jaringan ritel modern yang sudah ada.

“Saya enggak tahu kebijakan di retail modern yang sekarang ada tapi ada keluhan yang juga banyak disampaikan ke kami, susah juga itu ternyata masuk ke retail modern yang ada sekarang,” tutur Ferry. 

Ferry memastikan gerai koperasi desa akan menjadi etalase bagi produk lokal. “Nanti kita juga akan memprioritaskan produk-produk yang bisa diproduksi oleh masyarakat sendiri, baik oleh pelaku UMKM yang ada di lokal tersebut untuk kita jual di gerai-gerai koperasi desa merah putih,” imbuh dia. 

Ferry pun berharap skema ini tak hanya memperluas akses pasar UMKM, tetapi juga menciptakan pemerataan kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda di daerah. 

“Nah ini kan sebenarnya bisa kita sebaiknya berlomba sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga di sisi itu di luar itu adalah membuka lapangan pekerjaan bagi Gen Z dan milenial yang butuhkan lapangan pekerjaan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI