Anggota DPD Minta Wacana Izinkan Alumni LPDP Kerja di Luar Negeri Dicermati Secara Bijak

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 25 Februari 2026 | 11:54 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai wacana memperbolehkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerja di luar negeri, perlu dicermati secara bijak agar tidak menggeser orientasi pengabdian generasi muda.

Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri adalah proses strategis untuk membentuk karakter mahasiswa Indonesia menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan terbuka terhadap dinamika global.

“Beasiswa LPDP adalah impian mahasiswa. Sangat wajar jika impian menimba ilmu dari pendidikan luar negeri hadir dengan harapan membentuk karakter yang struggle, adaptif sebagai minoritas di tengah mayoritas, dan inventif. Jadi bagaimana bertahan hidup di negeri orang,” kata Lia, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menila, pengalaman menjadi minoritas di lingkungan internasional merupakan pembelajaran sosial yang sangat berharga. Dari situ lahir ketahanan mental, cara pandang terbuka, serta kemampuan membaca perubahan dunia.

Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa tujuan utama dari fasilitas LPDP yang diberikan negara bukanlah untuk menetap di luar negeri, melainkan kembali ke Indonesia untuk membawa ilmu, jejaring, dan pengalaman global.

"Setelah lulus, seharusnya fokus di dalam negeri dengan tujuan mewariskan ilmu dan semangat kepada generasi di bawahnya,” tegasnya.

Terlebih, kata Lia, dana LPDP bersumber dari keuangan negara, sehingga manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Karena baginya, LPDP bukan sekadar program bantuan pendidikan, tetapi strategi besar negara dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.

“Ketika impian meraih beasiswa tercapai, maka pulanglah. Dana yang digunakan berasal dari publik, sehingga manfaatnya harus kembali kepada publik,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Lia menilai narasi yang memberi ruang terlalu longgar bagi alumni untuk bekerja di luar negeri berpotensi menggeser orientasi pengabdian. Pasalnya, Indonesia masih membutuhkan sumber daya manusia unggul yang telah ditempa melalui pendidikan global.

“Ilmu yang diperoleh harus kembali menjadi energi kemajuan bangsa. Bagaimana ilmu dan motivasi keberhasilan selama menjadi penerima LPDP, bisa disampaikan pada adik-adik generasi di bawahnya,” katanya menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI