Diplomat Belanda Kabur dari Iran, Bagasi Berisi Perangkat Mata-mata Disita
SinPo.id - Seorang diplomat senior Belanda, Andre van Wiggen, dilaporkan meninggalkan Iran secara mendadak setelah bagasinya disita otoritas bandara karena berisi perangkat komunikasi yang dikaitkan dengan aktivitas spionase.
Insiden terjadi pada Januari di Bandara Internasional Imam Khomeini, saat Iran tengah dilanda kerusuhan yang disebut dipicu oleh operasi CIA dan Mossad. Van Wiggen, yang menjabat sebagai wakil kepala misi Belanda di Teheran, baru kembali dari perjalanan singkat ke Dubai. Sumber menyebut ia memperoleh perangkat terlarang tersebut selama transit.
Menurut laporan IRIB yang dikonfirmasi oleh investigasi independen The Tehran Times, bagasi diplomat ditahan setelah ia menolak memasukkan barang ke mesin pemindai X-ray dengan alasan imunitas diplomatik.
Rekaman bandara menunjukkan van Wiggen duduk dengan kakinya di atas bagasi setelah diberitahu akan dilakukan pemeriksaan. Pemerintah Iran menegaskan inspeksi dilakukan sesuai protokol internasional, dengan kehadiran perwakilan Kedutaan Belanda, Kementerian Luar Negeri Iran, dan pejabat bandara.
Beberapa hari kemudian, diplomat Belanda lain meminta agar bagasi dilepas. Namun pemeriksaan resmi tetap dilakukan dan ditemukan dua modem satelit Starlink serta tujuh telepon satelit. Perangkat ini dilarang di Iran karena sering digunakan intelijen asing untuk menyamarkan komunikasi dan mengoordinasikan operasi rahasia.
Investigasi lebih lanjut mengaitkan kasus ini langsung dengan van Wiggen, yang pernah menjabat di Teheran sejak 2019 hingga 2022, lalu bertugas di Washington sebelum kembali ke Iran. Namanya juga tercatat dalam dokumen WikiLeaks sebagai sosok yang dapat membantu pejabat AS mengumpulkan informasi terkait perusahaan Iran dan operasi luar negeri.
Van Wiggen hingga kini belum kembali ke Teheran.

