Impor 7.500 Sapi dari Australia, Pramono Klaim Harga Daging di Ramadan Terkendali
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok daging sapi di Ibu Kota dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Pempeov DKI, melalui Perumda Dharma Jaya, mendatangkan 7.500 ekor sapi impor dari Australia secara bertahap, dengan 3.100 ekor telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 23 Februari.
Pramono mengatakan, langkah impor ini dilakukan untuk menahan laju inflasi musiman yang kerap meningkat saat Ramadan, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.
“Faktor inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Pramono, impor tersebut menjadi momentum setelah 28 tahun Jakarta tidak melakukan impor sapi langsung dari Australia. Diaa menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Pemprov DKI menandai kesiapan Jakarta mengelola pasokan daging secara mandiri.
“Kami memiliki kerja sama sister city dengan beberapa kota di Australia, dan itu ikut memperkuat hubungan serta kepercayaan yang ada. Dengan dasar kerja sama tersebut, proses impor ini dapat berjalan lebih baik dan terkontrol,” tuturnya.
Saat ini, kata dia, cadangan daging di Jakarta disebut mencapai sekitar 1.000 ton. Adapun stok sapi hidup di kandang Dharma Jaya tercatat sekitar 1.500 ekor, termasuk 590 ekor yang baru diturunkan dari kapal impor. Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Jakarta rata-rata 65 ton per hari dan meningkat sekitar 4 persen saat Ramadan dan Lebaran.
“Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sekaligus menggantikan sebagian sapi yang akan dipanen bulan ini. Jadi, pasokan tetap aman dan terjaga,” ucap Pramono.
Dia juga memastikan seluruh sapi impor dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan kesehatan, kata dia, dilakukan secara ketat sebelum dan sesudah kedatangan ternak.
“Kami sudah mendapatkan laporan bahwa sapi yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku. Dari sekitar 2.000 ekor yang sudah tiba sebelumnya, tidak ada satu pun yang terindikasi sakit,” imbuhnya.
Ke depan, lanjut Pramono, Pemprov DKI berencana mengoptimalkan lahan rumput di Ciangir untuk mendukung program penggemukan sapi secara berkelanjutan. Dia menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pasokan daging Jakarta.
“Jika ini berjalan baik, kebutuhan Jakarta bisa lebih banyak dikelola secara langsung oleh Dharma Jaya. Kami ingin Jakarta semakin mandiri dalam penyediaan daging. Infrastruktur sudah ada, tinggal kita optimalkan agar pasokan tetap stabil dan berkelanjutan,” tandasnya.

