Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
SinPo.id - Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara menilai, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada bulan Ramadan tahun ini masih tergolong normal dan dalam batas wajar.
Menurutnya, ada beberapa indikator kenaikan harga itu bisa dikatakan masih wajar, diantaranya pertama, kenaikan harga bukan karena kelangkaan barang. Kedua, kenaikan harga beberapa komoditas pangan tidak diikuti oleh kenaikan harga komoditas atau barang lainnya.
"Kemudian, kenaikan harga komoditas pangan masih diikuti oleh kenaikan tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa harga pasar hari ini masih dalam jangkauan daya beli masyarakat," kata Surya.
Sementara itu, stok pangan secara nasional hingga saat ini masih dalam kategori aman. Sehingga, menurutnya, kenaikan harga ini bukan karena kurangnya produksi, melainkan karena kebiasaan konsumsi masyarakat yang meningkat setiap Ramadan dan Idulfitri.
"Budaya atau kebiasaan mengkonsumsi komoditas pangan lebih banyak ketika Bulan Ramadan menjadi pemicu kenaikan tingkat permintaan di pasar. Kenaikan tingkat permintaan inilah yang akhirnya direspon dengan kenaikan harga oleh para penjual atau produsen," terangnya.
Selain itu, ada pula potensi pedagang nakal atau kartel komoditas pangan yang dengan sengaja memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga barang di luar batas kewajaran demi mendapatkan keuntungan berlebih.
"Kartel atau pedagang nakal inilah yang kemudian sejatinya dapat merusak harga pasar. Sehingga harga barang-barang di pasar, bukanlah cerminan dari hukum permintaan-penawaran yang ideal," sambungnya.
Untuk itu, menurut Surya, operasi pasar yang digencarkan pemerintah saat ini sangat penting dan relevan agar harga komoditas pangan dapat lebih terjaga. Ia juga menghimbau pemerintah untuk memberikan hukuman tegas kepada kartel atau pedagang nakal yang mencoba memainkan harga komoditas pangan.
"Tindakan tegas tersebut bisa berupa pencabutan izin usaha, agar memberikan efek jera. Sehingga masyarakat pun akhirnya merasa lebih aman ketika berbelanja di Bulan Ramadan," pungkasnya.
