Wamen Ekraf Sebut Imlek Festival Jadi Ajang Diplomasi Budaya dan Talenta

Laporan: Sigit Nuryadin
Senin, 23 Februari 2026 | 06:02 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Light Festival dalam sambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kuda Api (Ashar/SinPo.id)
Pemprov DKI Gelar Jakarta Light Festival dalam sambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kuda Api (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Pemerintah memanfaatkan perayaan Imlek tahun ini bukan sekadar sebagai agenda budaya, melainkan juga panggung diplomasi ekonomi kreatif. Melalui Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin menunjukkan posisi Indonesia sebagai produsen talenta yang mampu bersaing di tingkat global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan festival tersebut menjadi langkah untuk mendiplomasikan kekayaan budaya Nusantara sekaligus menampilkan talenta terbaik sektor ekonomi kreatif.

“Kita ingin menyampaikan bahwa kita sudah ada di panggung dunia. Talenta Indonesia bukan hanya dikenal di sini, kita menjadi tuan rumah di negara sendiri dan merajalela di kancah dunia. Itu pesan yang mau kita keluarkan,” kata Irene, Minggu, 22 Februari 2026.

Adapun salah satu tema yang diangkat dalam festival itu ialah Indonesia Wave x K-Pop. Dalam konsep tersebut, kata dia, penyanyi Yun Jian berkolaborasi dengan Saniyah dalam satu panggung. 

Irene menyebut kolaborasi dengan musisi Korea Selatan itu sebagai bukti konkret bahwa talenta Indonesia telah mendapat tempat di negeri ginseng.

“Jadi kalau misalnya kita dibilang kita itu Indonesia hanya sebagai sebuah negara konsumen, itu tidaklah benar. Karena talenta-talenta dari Indonesia sudah banyak yang maju ke Korea dan orang Koreanya suka banget. Ini bukan hanya keroncong, bukan hanya dangdut tapi ada satu contoh yang akan diperlihatkan,” tuturnya. 

Menurut Irene, hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin lama. Karena itu, dia menilai kolaborasi lintas negara di sektor kreatif dapat menggali potensi baru sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai alat diplomasi.

“Jadi hari ini di dalam stage ini, ini bukanlah sebuah pembukaan tapi sebuah pre-opening untuk memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi diplomacy tools antar dua negara,” kata Irene. 

Sementara itu, Chief Representative KOCCA Indonesia Lee Gi Haun berharap kolaborasi musik antara Indonesia dan Korea Selatan semakin aktif dan erat. Dia menilai kerja sama yang kuat akan mendorong kemajuan industri konten dan musik kedua negara. 

“Kami akan terus melangkah dan bekerja sama di masa mendatang,” ujar Lee

Adapun Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara digelar pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026 dengan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, serta penampilan seniman nasional.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan Festival Lentera, pasar kuliner, seni dan kreatif, museum terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa, cek kesehatan gratis, serta instalasi film seperti “Jumbo” dan “Pelangi di Mars”.

TAG:
Imlek
BERITALAINNYA
BERITATERKINI