Kementan Klaim Harga Daging dan Telur di Bekasi Terkendali
SinPo.id - Kementerian Pertanian memastikan harga pangan asal hewan di dua pasar tradisional Kabupaten Bekasi tetap stabil hingga hari keempat Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian itu disampaikan setelah dilakukan inspeksi mendadak untuk memantau harga dan pasokan.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Wirata mengatakan sidak dilakukan di Pasar Cibitung dan Pasar Tambun bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.
“Kami bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kedua pasar itu guna memastikan harga dan ketersediaan komoditas itu dalam batas kewajaran,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan, kata dia, harga daging sapi tercatat Rp130.000–Rp140.000 per kilogram. Adapun daging ayam berada di kisaran Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, sementara telur ayam ras Rp32.000–Rp33.000 per kilogram.
“Secara umum, harga tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan,” tuturnya.
Ketut menyebut pasokan daging sapi di wilayah Bekasi antara lain disuplai dari Rumah Potong Hewan Teluk Pucung dan Perusahaan Umum Daerah Dharma Jaya. Distribusi dari kedua sumber itu dinilai membantu menjaga suplai di tingkat pedagang.
“Pemerintah memastikan harga tetap dalam kondisi wajar dan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” ucapnya.
Dia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin, terutama selama Ramadhan, dengan memantau pasokan dan kelancaran distribusi. Langkah ini, kata dia, untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pangan asal hewan dengan harga terjangkau.
Melalui sidak tersebut, Kementan menyatakan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di pasar rakyat.
“Begitu pula masyarakat dapat berbelanja dengan tenang serta kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi,” tandasnya.
