Satgas Damai Cartenz Gagalkan 3 Rencana Penyerangan di Yahukimo dalam Dua Pekan
SinPo.id - Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menyebut pihaknya berhasil menggagalkan sedikitnya tiga upaya penyerangan di Kabupaten Yahukimo dalam dua pekan terakhir.
Faizal menegaskan jajarannya terus melakukan langkah-langkah pengamanan secara intensif di wilayah tersebut.
“Kami pada prinsipnya sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang juga secara signifikan. Jadi bukan berarti kami diam,” ujar Faizal, Sabtu 21 Februari 2026 seperti dikutip dari rekaman video Satgas Operasi Damai Cartenz.
Tambah Personel dan Perketat Pengamanan
Menurut Faizal, Satgas telah meningkatkan jumlah personel di Yahukimo untuk memperkuat pengamanan. Jika sebelumnya hanya sekitar 80 personel yang bertugas, kini jumlahnya ditambah menjadi sekitar 250 personel.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan terhadap fasilitas umum.
Satgas juga mencatat sejumlah pernyataan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam sebulan terakhir, yang berisi ancaman terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum lainnya.
“Jadi dari satu bulan yang lalu pernyataan-pernyataan mereka itu betul-betul kita catat. Melakukan penyerangan ke pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, dan juga fasilitas umum lainnya,” tuturnya.
Gagal Lakukan Pembakaran dan Penyerangan
Faizal menyebut sejumlah rencana aksi berhasil digagalkan sebelum sempat terjadi. Upaya yang dicegah meliputi rencana pembakaran dan penyerangan terhadap masyarakat.
“Jadi mereka gagal melakukan pembakaran, gagal melakukan penyerangan. Itu bisa kita gagalkan. Jadi dalam dua minggu terakhir ini sekurang-kurangnya ada tiga kejadian yang kita gagalkan, pembakaran-pembakaran dan juga penyerangan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman.
Satgas Operasi Damai Cartenz sebelumnya juga mencatat puluhan kasus kekerasan yang diduga melibatkan kelompok kriminal bersenjata sejak awal tahun ini. Aparat memastikan pengamanan akan terus ditingkatkan guna mencegah gangguan serupa di wilayah tersebut.
