Pramono: Revitalisasi Taman Semanggi Tanpa APBD

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 21 Februari 2026 | 00:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id -  Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Provinsi DKI memilih skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan atau naming rights.

Revitalisasi taman seluas sekitar enam hektare itu dilakukan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana. Skema ini memungkinkan pihak swasta terlibat dalam pembiayaan dan pengelolaan tanpa membebani kas daerah.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” kata Pramono, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Pramono, skema naming rights memberi ruang agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Selain itu, model tersebut dinilai dapat menjamin keberlanjutan pengelolaan taman dalam jangka panjang.

Selama ini, kata dia, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas di Simpang Susun Semanggi. Revitalisasi diarahkan untuk mengintegrasikan kembali ruang-ruang yang terpisah.

“Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” ujar dia.

Adapun Taman Semanggi tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi dengan luas kurang lebih 6–6,5 hektare. Dalam rencana penataan, taman akan dilengkapi jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.

Pramono menyebut konsep revitalisasi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi. 

Kedua, lanjutnya, reconnection, berupa penguatan keterhubungan antarruang agar taman lebih mudah, aman, dan nyaman diakses. Ketiga, reactivation, yakni mengaktifkan kembali kawasan agar dimanfaatkan seluruh kelompok masyarakat.

“Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” kata Pramono.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI