Amelia: Indonesia jadi Wakil Komandan ISF Cermin Kepercayaan Global

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 20 Februari 2026 | 17:30 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini. Istimewa

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander atau Wakil Komandan dalam International Stabilization Force (ISF) untuk misi Gaza, Palestina, mencerminkan kepercayaan global terhadap profesionalisme TNI. Termasuk, kredibilitas diplomasi Indonesia.

Dia menyebut posisi itu juga merupakan komitmen diplomasi dan kemanusiaan Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian internasional dan membantu pemulihan situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Gaza.

"Ini bukan hanya mandat militer, tetapi mandat kemanusiaan dan stabilisasi," kata Amelia di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menilai kesiapan Indonesia untuk mengirim hingga 8.000 personel TNI menunjukkan tanggung jawab besar dan kontribusi nyata dalam rangka menciptakan stabilitas yang berkelanjutan, memberikan perlindungan terhadap warga sipil, serta mendukung program rekonstruksi pascakonflik.

Menurut dia, peran itu juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui kontribusi non-tempur, yang fokus pada aspek kemanusiaan, medis, dan keamanan.

Amelia menyatakan langkah itu tidak hanya sejalan dengan tradisi panjang Indonesia dalam partisipasi misi perdamaian internasional, tetapi juga merupakan bukti nyata solidaritas bangsa dalam membantu mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.

"Kami mendukung langkah pemerintah, sembari menekankan pentingnya pengawasan parlemen untuk memastikan misi berjalan sesuai mandat konstitusi dan kepentingan nasional," kata dia.

Sebelumnya, Indonesia menjadi satu dari lima negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) pertama yang akan mengirim personel ke Jalur Gaza, demikian diungkapkan pasukan stabilisasi untuk Gaza atau International Stabilization Force (ISF).

"Saya dengan gembira mengumumkan bahwa lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis pagi waktu setempat.

Jeffers juga mengungkapkan bahwa Mesir dan Yordania adalah dua negara anggota Dewan Perdamaian yang bersedia memberikan pembinaan bagi pasukan kepolisian Gaza yang akan dibentuk.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI