Airlangga: 1.819 Produk Indonesia Bebas Tarif Masuk Amerika

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 20 Februari 2026 | 16:37 WIB
Menko Airlangga mendampingi Presiden Prabowo di AS (SinPo.id/ Dok. Ekon)
Menko Airlangga mendampingi Presiden Prabowo di AS (SinPo.id/ Dok. Ekon)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, sebanyak 1.819 pos tarif produk asal Indonesia akan mendapatkan fasilitas tarif 0 persen ke pasar Amerika Serikat (AS). Hal itu merupakan hasil akhir negosiasi yang tertuang dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS. 

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen," kata Airlangga dalam dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026. 

Airlangga melanjutkan, AS juga memberikan tarif nol persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Adapun besaran kuota akan ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku yang diimpor Indonesia dari AS, seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber).

Menurut Airlangga, kesepakatan tarif nol persen ini akan sangat bermanfaat bagi empat juta pekerja di tanah air. 

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," kata Airlangga.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk AS, seperti  gandum dan kedelai. Langkah ini mematikan bahwa masyarakat tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang diimpor dari AS. 

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari kedelai ataupun gandum, dalam hal ini mie, ataupun dalam bentuk tahu dan tempe," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI