Gelar PTQ 2026, Kemenag dan RRI Ingin Quran Tetap Dipedomani di Era Digital

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:58 WIB
Pengukuhan 18 orang Dewan Hakim PTQ ke-55 RRI (SinPo.id/Tio Pirnando)
Pengukuhan 18 orang Dewan Hakim PTQ ke-55 RRI (SinPo.id/Tio Pirnando)

SinPo.id - Radio Republik Indonesia (RRI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 tahun 1447 H/2026 M, sebagai upaya mencetak generasi muda Qurani di era digital, dan syiar Islam di bulan Ramadan. PTQ yang telah digelar sejak 1968 ini menjadi ruang pembinaan, dakwah kultural, sekaligus penguatan nilai-nilai Quran melalui media penyiaran publik.

"Di era digital, jalan kehidupan semakin beragam dan penuh tantangan. Informasi begitu melimpah, opini berseliweran, dan nilai-nilai seringkali saling bertabrakan. Dalam situasi seperti ini, kita memerlukan pedoman yang paling lurus, kokoh, dan tegak yang mampu menjaga dan menegakkan martabat manusia. Itulah inti ajaran Al Quran," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi dalam pengukuhan 18 orang Dewan Hakim PTQ ke-55 di Kantor RRI, Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Adapun Dewan Hakim PTQ bertugas menilai para peserta pada empat kategori lomba secara profesional, objektif, dan independen sesuai standar keilmuan Al-Quran yang berlaku.

Muchlis menilai, pelaksanaan PTQ tahun ini dilakukan secara terpusat dan hybrid melalui tahapan audisi daring serta grand final secara luring di Jakarta.

"Saya kira ini bukan hanya sekedar ajang kompetisi atau musabaqoh, tetapi ini adalah pendidikan karakter dari panggung ini, selama 55 tahun, telah terlahir bintang-bintang Al-Quran," ujarnya.

Dia berkomitmen Kemenag akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk menyiarkan ajaran Al-Qur'an. Baik melalui pembinaan Qori-Qoriah, Hafiz-Hatizah, penguatan MTQ, termasuk memperkuat peran penyuluh agama.

"Kami memiliki 29 ribu penyeluruh agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia ini dan tentu saja kita, sesuai dengan perkembangan zaman, perlu memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana dakwat yang mencerahkan. Kami yakin, bahwa kolaborasi yang kita lakukan antara Kementerian Agama dengan RRI, memiliki daya yang sangat strategis, karena dipancarkan,  disiarkan, didengar di seluruh pelosok negeri, " tuturnya.

Dalam PTQ ke-55 ini, terdapat empat kategori lomba, yaitu tilawah, tahfidz Al-Quran, tausiyah, dan tartil sensorik netra. Pendaftaran peserta dibuka secara daring pada 9–16 Februari 2026, dan proses penilaian atau kurasi dilaksanakan pada 18–24 Februari 2026 secara terpusat menggunakan sistem digital untuk menjamin akurasi dan transparansi penilaian.

Kategori tilawah diikuti oleh peserta umum dari seluruh satuan kerja dan stasiun produksi RRI se-Indonesia, sedangkan kategori tausiah, tahfidz, dan tartil sensorik netra merupakan utusan dari 17 koordinator wilayah RRI se-Indonesia. Total peserta yang telah terdaftar sebanyak 1.588, dengan batasan usia 17-30 tahun untuk kategori tilawah, tausiah, dan tahfidz, serta 17-35 tahun untuk kategori tartil sensorik netra.

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Hendrasmo menambahkan, tahap grand final nasional akan menghadirkan 24 finalis, masing-masing tiga putra dan tiga putri dari setiap kategori, yang diselenggarakan secara langsung di RRI Jakarta pada 27 Februari 2026.

"Melalui jaringan siaran nasional, platform digital RRI, serta dukungan multiplatform, PTQ ke-55 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga gerakan literasi Qurani yang menjangkau generasi muda, keluarga Muslim, dan komunitas religius di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat mental spiritual generasi muda dan membawa manfaat bagi umat," kata Hendrasmo.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI