Awal Puasa, Kementan Pastikan Stok dan Harga Ayam Terkendali
SinPo.id - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda memastikan, negara hadir melindungi konsumen melalui pemantauan harga dan pasokan bahan pokok, termasuk ayam, secara langsung di bulan suci Ramadan. Hal ini penting agar konsumen tetap memperoleh pangan dengan harga terjangkau tanpa merugikan pelaku usaha.
"Sesuai arahan Menteri Pertanian, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, sehat, utuh, dan halal dengan harga terjangkau, sementara pedagang tetap mendapatkan margin yang wajar," ujar Agung dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026.
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, sembilan komoditas strategis tercatat dalam posisi surplus produksi. Kesembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Agung menegaskan, pemantauan harga akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha hingga Idulfitri guna memastikan distribusi lancar, harga tetap stabil, dan masyarakat terus mendapatkan pangan protein hewani yang aman serta terjangkau.
Seperti pemantauan harga ayam di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan harga ayam relatif terkendali, meski sempat muncul pemberitaan adanya kenaikan harga.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polewali Mandar, Fitriani mengatakan, kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar.
"Ada kenaikan tapi masih wajar dan di bawah HAP yang ditetapkan pemerintah," kata Fitri.
Dia menyampaikan, pemantauan langsung telah dilakukan bersama lintas instansi. "Saya turun langsung ke Pasar Sentral Pekkabata bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta anggota Bareskrim Polri," ujarnya.
Fitriani menjelaskan, harga ayam hidup saat ini sekitar Rp70.000 per ekor dengan berat rata-rata 2,5 kilogram. Jadi per kilogramnya hanya sekitar Rp28.000. Harga tersebut tidak jauh dari HAP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25.000 untuk per kilogram ayam hidup ditingkat produsen atau peternak.
Artinya, jika dihitung secara riil, harga di tingkat konsumen masih berada dalam rentang aman dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dari sisi pasokan, konsumen juga tidak perlu khawatir karena ketersediaan ayam cukup bahkan cenderung berlimpah. "Pasokan ayam di Polewali Mandar cukup aman. Bahkan saat ini menjelang Ramadan para pedagang menyetok ayam dua kali lipat dari biasanya," ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman. Hal tersebut wajar karena permintaan tinggi.
"Di sini ada budaya syukuran menjelang Ramadan dan biasanya memotong ayam. Tapi setelah dua sampai tiga hari harga akan stabil kembali. Nanti menjelang Lebaran baru ada kenaikan lagi," tukasnya.
