Wakil Ketua MPR Minta Prabowo Tetap Komitmen Hentikan Genosida di Palestina Melalui BoP

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 19 Februari 2026 | 10:15 WIB
Wakil Ketua MPR RI HIdayat Nur Wahid (Sinpo.id/MPR)
Wakil Ketua MPR RI HIdayat Nur Wahid (Sinpo.id/MPR)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tetap komitmen untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Pasalnya, Israel terus melakukan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dengan sengaja menargetkan dan membunuh warga sipil, baik di Gaza, maupun di Tepi Barat Palestina.

Sehingga pihaknya berharap kehadiran Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace), dapat dimanfaatkan untuk menghentikan perang dan menciptakan perdamaian dengan tujuan kemerdekaan Palestina.

"Penting agar momentum ini juga dimaksimalkan bersama negara-negara anggota OKI yang masuk ke dalam BoP," kata HNW, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.

"Karena menteri-menteri luar negeri dari negara-negara OKI ini (Indonesia, Mesir, Turki, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Pakistan) sudah tiga kali membuat pernyataan bersama menolak keras tindakan Israel yang jelas-jelas melanggar kesepakatan damai, penghentian perang, dan kemerdekaan Palestina dalam skema two state solution sekalipun,” imbuhnya.

Menurutnya, KTT perdana Dewan Perdamaian tersebut menjadi krusial bagi Prabowo untuk memastikan komitmen dan peran Indonesia masuk BoP bersama dengan negara-negara sahabat lainnya.

"Kehadiran Indonesia pada Dewan Perdamaian untuk menjalankan amanat itu sesuai dengan tujuan awal dibentuknya Dewan Perdamaian, yaitu menghentikan perang, menghadirkan perdamaian yang adil bagi semua pihak, dan kemerdekaan Palestina," ungkapnya.

"Bukan untuk tujuan lainnya, apalagi untuk dijadikan sebagai ‘stempel legitimasi moral’ oleh Israel,” kata HNW menambahkan.

Terlebih, hal itu juga sesuai dengan harapan rakyat Palestina terhadap keterlibatan Indonesia dalam BoP untuk segera menghentikan pelanggaran yang terus dilakukan Israel hingga menimbulkan bencana kemanusiaan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI