Wapres Dorong Idepreneurs Konsisten Rangkul UMKM dari Akar Rumput
SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menilai, kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh dari akar rumput. Karenanya, sangat penting membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif.
"Komunitas bisnis tidak boleh hanya berorientasi pada pengusaha besar, tetapi harus aktif memberdayakan pelaku usaha mikro, ultramikro, dan para perintis usaha," kata Gibran saa menerima pengurus Idepreneurs Club di Istana Wapres, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Gibran meyakini, lewat pendekatan inklusif, mampu memperluas basis ekonomi yang produktif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level paling bawah. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, peningkatan produktivitas UMKM, serta penciptaan wirausaha baru berbasis inovasi dan teknologi.
Lebih lanjut, Gibran mengimbau agar komunitas pengusaha, seperti Idepreneurs Club terus merangkul pelaku usaha mikro dan perintis.
"Ekosistem yang solid dinilai mampu memperkuat kapasitas dan memperluas jaringan bisnis anggota, sekaligus membuat dukungan pemerintah lebih efektif dan terarah," ujarnya.
Usai pertemuan, Sekretaris Jenderal Idepreneurs Club, Ahmad Rifqi mengatakan, Wapres berpesan agar pihaknya terus bergerak dan menghimpun para pengusaha.
"Jika ada yang fokus pada pengusaha besar, maka kami diminta tetap peduli pada yang kecil, bahkan yang baru mulai melangkah," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, pertemuan ini juga menjadi ruang dialog mengenai tantangan UMKM, mulai dari akses permodalan hingga perluasan pasar. Di mana, Wapres memastikan bahwa pemerintah akan terus menghadirkan dukungan konkret agar UMKM tumbuh berkelanjutan dan naik kelas.
"Beliau membuka ruang bagi kami untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dan menunjukkan komitmen bahwa negara hadir untuk mendukung," ujar Ahmad.
Sebagai informasi, Idepreneurs Club didirikan pada 2016 oleh sekelompok pemuda dengan visi mendorong pertumbuhan wirausaha di Indonesia. Dari lima anggota awal, komunitas ini kini berkembang menjadi lebih dari 2.500 anggota yang aktif membangun pola pikir kewirausahaan, agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

