Pimpinan DPR Resmikan Relokasi Delapan Rumah Korban Longsor di Bandung

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meresmikan relokasi rumah korban longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (SinPo.id/Antara)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meresmikan relokasi rumah korban longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (Kang Cucun) meresmikan relokasi delapan unit rumah bagi warga korban bencana longsor di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), pascabencana yang terjadi pada 5 Desember 2025.

Kang Cucun mengatakan relokasi rumah itu menjadi titik balik bagi para korban untuk memulai kehidupan baru di hunian yang lebih aman. DPR RI ingin warga korban longsor itu hidup dengan tenang.

"Relokasi ini bukan hanya menghadirkan hunian yang lebih aman secara fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana," kata Kang Cucun dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Relokasi itu dilakukan dengan menyerahkan kunci rumah dan sertifikat hak milik secara langsung kepada para penerima manfaat, demi memastikan legalitas dan keamanan tempat tinggal bagi warga terdampak.

Selain itu, Legislator dari Fraksi PKB ini menyebut penyerahan rumah relokasi bertepatan dengan momen menjelang bulan suci Ramadan. Dengan begitu, dia berharap relokasi itu menjadi momen istimewa agar masyarakat bisa menyambut bulan puasa dengan normal.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan relokasi ini. Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan," kata Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Barat II itu.

Sebelumnya, longsor terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam peristiwa longsor itu, ada sebanyak 10 KK yang dievakuasi oleh aparat setempat.

Badan Geologi Kementerian ESDM pun merekomendasikan relokasi total bagi bangunan warga longsor itu, menyusul identifikasi jenis gerakan tanah tipe 'rotasional' yang berpotensi tinggi memicu longsor susulan di kawasan tersebut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI