Polri Ungkap Laboratorium Narkoba di Apartemen Sunter, Dikendalikan WNA
SinPo.id - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik produksi narkotika skala rumahan yang terafiliasi jaringan internasional Iran-Indonesia. Laboratorium rahasia atau clandestine laboratory itu beroperasi di sebuah unit apartemen lantai 27 kawasan Sunter, Jakarta Utara.
"Polisi menyita empat bungkus sabu seberat 1,6 kilogram dengan menangkap WNA Iran inisial KKF yang mengendalikan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Selasa, 16 Februari 2026.
Kepada polisi, pelaku mengaku menerima instruksi dari seseorang bernama Husein, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berada di Iran.
"Tersangka mengaku diperintah DPO bernama Husein untuk bertemu pria bernama Saeidi di Jalan Pramuka. Kini pelaku masih diburu," ucpanya.
Menurut Eko, keberadaan laboratorium di hunian vertikal ini menandai modus baru jaringan narkotika internasional, yang memanfaatkan apartemen sebagai lokasi produksi tersembunyi untuk menghindari kecurigaan.
"Ini menjadi pengingat bahwa kejahatan narkotika internasional bisa beroperasi diam-diam di tengah kawasan permukiman perkotaan, bahkan dari balik pintu apartemen," ujarnya.
Dalam kasus ini, barang bukti yang diamankan antara lain sabu 1,6 kilogram, satu alat electrical powder grinder, satu kompor gas portable, satu timbangan digital, tiga botol berisi acetone, empat panci, satu gulung kertas minyak, dua toples berisi limbah hasil pengolahan sabu, beberapa lembar kulit pelapis, dua jeriken berisi acetone, dan satu alat hisap sisa pakai.
