PBB: Israel Terus Hambat Bantuan Kemanusiaan di Jalur Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
SinPo.id - Juru bicara PBB Stephane Dujarric, mengatakan Israel terus menghambat operasi kemanusiaan di Jalur Gaza meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, dan hanya sedikit bantuan yang bisa masuk ke Gaza.
"Pengiriman dari Yordania dibatasi pada rute yang membutuhkan beberapa titik bongkar muat," kata Dujarric, dilansir dari Anadolu, Selasa, 17 Februari 2026.
"Pengiriman dari Mesir, melalui Kerem Shalom/Karem Abu Salem, menghadapi tingkat pengembalian yang tinggi: meskipun ada peningkatan baru-baru ini, antara 4 dan 10 Februari, kurang dari 60 persen pengiriman dari Mesir dapat dibongkar di titik penyeberangan tersebut," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya memperingatkan bahwa pergerakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dengan otoritas Israel juga terus menghadapi hambatan.
“Dari hampir 50 pergerakan yang dikoordinasikan antara 6 dan 11 Februari, hanya sedikit lebih dari setengahnya yang berhasil difasilitasi sepenuhnya. Lima ditolak mentah-mentah, dan 11 disetujui tetapi mengalami penundaan signifikan dan hambatan lainnya," ungkapnya.
Meski demikian, kata Dujarric, tim PBB di lapangan masih terus berdiskusi dengan Israel untuk mengklarifikasi kendala dan mencari solusi agar semua bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza.
Diketahui, sejak perjanjian gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, pasukan Israel telah melakukan ratusan kali pelanggaran melalui penembakan dan pemboman yang menewaskan 603 warga Palestina dan melukai 1.618 lainnya.
