Israel Beri Hamas Tenggat 60 Hari untuk Disarmament, Ancaman Perang Gaza Mengintai

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 17 Februari 2026 | 06:13 WIB
(SinPo.id/Jurnalis Gaza, Mohammad Rabah)
(SinPo.id/Jurnalis Gaza, Mohammad Rabah)

SinPo.id -  Israel berencana memberi Hamas tenggat waktu 60 hari untuk melucuti senjata, sebelum kembali melancarkan operasi militer di Jalur Gaza jika proses itu gagal. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Yossi Fuchs, penasihat senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pada Senin 16 Februari 2026

Fuchs menegaskan bahwa periode 60 hari tersebut merupakan permintaan dari pemerintahan Trump dan akan dihormati oleh Israel. “Selama waktu itu, Hamas harus menyerahkan semua senjatanya, termasuk senapan serbu AK-47,” ujarnya dalam konferensi Besheva Group di Yerusalem.

Netanyahu sebelumnya menekankan bahwa disarmament berarti Hamas harus menyerahkan seluruh senjata, bukan hanya senjata berat. Ia menyebut AK-47 sebagai senjata yang digunakan dalam serangan 7 Oktober 2023, dan memperkirakan masih ada sekitar 60 ribu senapan di Gaza.

Fuchs menambahkan, jika Hamas tidak melucuti senjata, maka Israel Defense Forces (IDF) akan “menyelesaikan misi” dengan operasi militer baru. Ia memperkirakan sebelum pemilu Israel yang dijadwalkan Oktober 2026—atau lebih cepat jika dimajukan ke Juni—Hamas sudah menyerahkan senjata atau IDF kembali berperang di Gaza.

Sementara itu, IDF melaporkan telah menewaskan enam anggota Hamas yang bersembunyi di terowongan Rafah, bagian selatan Gaza. Militer Israel menyebut operasi di jalur terowongan masih berlanjut untuk mengeliminasi para militan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI