Milisi Anti-Hamas Klaim Dukung Israel, Fokus Hancurkan Terowongan di Gaza
SinPo.id - Pemimpin milisi anti-Hamas yang berbasis di wilayah Gaza selatan yang dikendalikan IDF, Ghassan al-Duhaini, mengonfirmasi pihaknya tengah bekerja menghancurkan terowongan milik Hamas. Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan dukungan Israel terhadap kelompok bersenjata tersebut.
“Kami secara bertahap mulai membongkar terowongan, karena itu adalah senjata paling penting. Lalu fasilitas produksi senjata, kemudian roket, dan akhirnya senjata ringan,” kata Duhaini, pemimpin Popular Forces, dalam unggahan di Facebook, Kamis 12 Februari 2026
Ia menambahkan, “Di masa depan, tidak ada satu pun senjata ilegal yang akan masuk Rafah, dan operasi penyelundupan akan ditangani dengan kekuatan penuh.”
Unggahan itu disertai foto anggota Popular Forces di luar pintu masuk terowongan dengan mengenakan masker oksigen.
Popular Forces didirikan oleh pemimpin Bedouin anti-Hamas, Yasser Abu Shabab, yang tewas pada Desember lalu dalam insiden yang disebut sebagai perselisihan keluarga. Duhaini kemudian menggantikan posisinya dan berjanji tidak akan mengendurkan perlawanan terhadap Hamas.
Israel sebelumnya mengakui dukungannya terhadap milisi yang memerangi Hamas di Gaza, termasuk pemberian senjata, dukungan udara, intelijen, makanan, hingga perawatan medis bagi anggota milisi yang terluka.
Bulan lalu, milisi ini menangkap seorang komandan Hamas di Rafah setelah melarikan diri dari terowongan, kemudian menyerahkannya kepada militer Israel. IDF menyebut komandan tersebut sebagai “tokoh kunci” di Batalion Hamas Rafah Timur.
Sementara itu, juru bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida, mengeluarkan ancaman kepada Popular Forces dan milisi Palestina lain yang didukung Israel. “A dark fate is coming soon,” ujarnya.
“Their ending will be death and annihilation, and the enemy will not protect them from the justice of our people,” tambah Abu Obeida.
Di sisi lain, IDF melaporkan seorang operatif Hamas tewas ditembak setelah melintasi Yellow Line di Gaza utara pada Sabtu. “Segera setelah identifikasi, pasukan mengeliminasi teroris untuk menghilangkan ancaman,” kata IDF.
Sejak gencatan senjata Oktober lalu, IDF mengklaim telah menewaskan puluhan operatif Hamas dan “tersangka” lain yang melintasi garis demarkasi tersebut.

