BKSAP DPR Tegaskan Kemitraan Indonesia-Eropa Harus Diperkuat

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 13 Februari 2026 | 17:56 WIB
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga (SinPo.id/ eMedia DPR RI)
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga (SinPo.id/ eMedia DPR RI)

SinPo.id - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menyebut bila kemitraan Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) harus diperkuat.

Menurutnya, kemitraan itu perlu diperkuat tidak hanya melalui jalur eksekutif, tetapi juga lewat diplomasi parlemen sebagai pilar strategis dalam hubungan kedua pihak.

Dengan penguatan itu, Ravindra yakin akses pasar akan terbuka lebih luas, memperkuat ekspor Indonesia, sekaligus mendorong investasi berkelanjutan yang memberi manfaat konkret bagi kedua pihak.

"Kemitraan Indonesia-Uni Eropa tidak hanya dipupuk di tingkat bilateral, tetapi juga tertanam dalam hubungan strategis Uni Eropa dan ASEAN, dengan diplomasi parlemen sebagai pilar penting," kata Ravindra di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini pun menyoroti capaian penting hubungan Indonesia-Uni Eropa melalui IEU-CEPA yang dicapai pada 13 Juli 2025, setelah hampir satu dekade proses negosiasi.

Menurut dia, IEU-CEPA menjadi tonggak baru yang menandai fase kemitraan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Uni Eropa di kawasan Asia Tenggara dan ASEAN.

Ravindra menyatakan, Uni Eropa masih menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai sekitar 30,1 miliar dolar AS, dengan Indonesia mempertahankan surplus perdagangan sekitar 4,5 miliar dolar AS, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain aspek ekonomi, dia menilai kerja sama Indonesia-Uni Eropa juga memiliki dimensi penting pada bidang geopolitik dan keamanan. Kedua pihak dinilai memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, termasuk dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Dia menekankan keterlibatan Uni Eropa dalam berbagai kerangka kerja sama ASEAN merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga stabilitas Indo-Pasifik secara berkelanjutan.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa diplomasi parlemen memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia-Uni Eropa, termasuk dalam mendorong kesinambungan kemitraan jangka panjang.

Ravindra mengungkapkan hubungan antarparlemen dapat menjadi ruang dialog untuk membahas isu lintas kawasan, memperdalam saling pengertian, serta memperkuat kerja sama konkret yang berdampak bagi masyarakat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI