KKB Tembak Dua Pilot Smart Air, DPR: Harus Ada Strategi Hentikan Konflik Papua
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belangsungkawa kepada pilot dan co-pilot Smart Air yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai Batu.
"Pertama-tama kami menyampaikan belasungkawa yang amat mendalam atas lewasnya dua pilot," kata Dave, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
"Mereka itu adalah pahlawan dan mereka itu melaksanakan tugas yang amat mulia. Mereka memastikan bantuan baik logistik, transportasi, kebutuhan masyarakat Papua itu terpenuhi dan terjangkau," imbuhnya.
Merespons insiden tersebut, pihaknya menekankan perlunya strategi yang lebih jelas untuk menghentikan konflik di Papua. Ia pun meminta aparat untuk menindak tegas para pelaku penembakan.
"Situasi di Papua ini telah berlarut-larut selama puluhan tahun. Kita butuh juga kepastian dan kejelasan untuk menghentikan pertempuran ini," ungkapnya.
Menurutnya, strategi pengamanan bukan hanya menambah personil TNI, tetapi juga harus memingkatkan metode atau sistem pengamanan, terutama di Bandara yang menjadi tempat masuknya bantuan bagi warga sekitar yang terdampak konflik.
Namun, Dave tetap mendorong pendekatan humanis, baik diplomasi di dalam negeri atau di luar negeri, serta mengajak semua pihak yang bertikai untuk duduk bersama agar dapat menghasilkan kesepakatan yang permanen.
"Karena konflik ini memang sangat pelik dan sangat rumit, dan juga melibatkan berbagai macam pihak. Tapi bukan berarti ini tidak bisa diselesaikan," tegasnya.
Meski demikian, pihaknya yakin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu menguraikan persoalan di Papua yang telah menimbulkan konflik selama bertahun-tahun.
"Dengan terus meningkatkan kualitas hidup, kualitas sumber daya manusianya, dan juga memanage kekayaan yang dimiliki oleh pemerintahan di Papua untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.
