Menhub Dukung Penguatan Basarnas agar Tak Ragu Bertindak

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Februari 2026 | 18:51 WIB
Menteri Perhubungan RI Dudy Hanggodo (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)
Menteri Perhubungan RI Dudy Hanggodo (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendukung penuh penguatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam sistem operasi Search and Rescue (SAR). Alasannya, operasi SAR berpacu dengan waktu dan menyangkut keselamatan serta nyawa manusia, karenanya penguatan Basarnas tak boleh ditunda. 

"Operasi SAR ini tidak bisa menunggu karena kita hanya punya waktu yang sangat terbatas. Jika masih menunggu proses panjang, termasuk soal keputusan di lokasi atau pembahasan anggaran, itu tidak akan menyelamatkan nyawa manusia," kata Dudy dalam Sarasehan bertajuk "Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional" di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. 

Dudy menyampaikan, dalam banyak kejadian kecelakaan transportasi, waktu yang dimiliki tim SAR untuk menyelamatkan korban sangat terbatas. Bahkan, dalam kondisi tertentu, Basarnas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk melakukan upaya penyelamatan secara optimal.

Untuk itu, sangat penting penguatan Basarnas agar bisa bergerak cepat dan responsif tanpa dibebani keraguan dalam pengambilan keputusan, terutama pada situasi darurat.

Dudy menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Kemenhub, salah satu pihak yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan operasi SAR, mencatat banyak penanganan kedaruratan berkaitan langsung dengan sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

"Kami di Kementerian Perhubungan adalah salah satu penerima manfaat terbesar dari tugas-tugas Basarnas, karena sebagian besar operasi SAR berkaitan dengan transportasi. Karena itu, kami siap mendukung dan mendorong penguatan Basarnas. Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kita cari bersama skemanya seperti apa," ujarnya.

Dudy juga menyoroti pengalaman penanganan kecelakaan transportasi di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem, di mana operasi SAR kerap menghadapi kendala, termasuk keterbatasan biaya operasional. Ke depan, Basarnas tidak boleh ragu untuk bertindak cepat hanya karena mempertimbangkan persoalan pembiayaan.

"Saya berharap ke depan Basarnas tidak perlu lagi menunda langkah karena memikirkan biaya atau prosedur. Ketika situasi darurat terjadi, yang utama adalah menyelamatkan korban. Persoalan teknis dan administratif bisa kita carikan solusinya bersama," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI