Mendag: 90 Persen Pasar Rakyat Terdampak Bencana Sumatra Sudah Beroperasi

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:28 WIB
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (SinPo.id/ Dok. Kemendag)
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (SinPo.id/ Dok. Kemendag)

SinPo.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, hampir seluruh pasar rakyat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sudah kembali beroperasi. Hal ini berkat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memastikan keberlanjutan aktivitas perdagangan serta pemulihan ekonomi daerah terdampak.

"Sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana terus menunjukkan tren pemulihan yang positif, khususnya pada pasar rakyat. Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebagian besar atau sekitar 90 persen (149 pasar rakyat) telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh," kata Budi dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026. 

Kemendag bersinergi dengan kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah untuk melaksanakan pembersihan pasar rakyat. Salah satunya, melalui aksi bersih pasar di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 30 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026. Kemendag menyalurkan 100 unit tenda bagi pedagang sebagai sarana sementara untuk kembali berjualan.

Kemendag juga telah berkoordinasi dengan ID FOOD, BULOG, dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan barang kebutuhan pokok ke pasar-pasar di wilayah Aceh dan Sumatra Utara, khususnya di pasar terdampak bencana, guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Selain pasar rakyat, pemulihan aktivitas perdagangan berlangsung pada sektor ritel modern, yaitu toko swalayan. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara, sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal. "Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026," ujarnya. 

Selain itu perkembangan harga barang kebutuhan pokok (bapok) juga relatif stabil pascabencana. "Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari–Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025 seiring dengan aktivitas logistik yang telah kembali normal," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI