Pramono Minta DMI Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketum PP DMI Jusuf Kalla (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketum PP DMI Jusuf Kalla (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. 

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah DMI DKI Jakarta masa khidmat 2025–2030 yang diketuai Ma’mum Al Ayyubi di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Pramono mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan menilai pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun fungsi sosial masjid. 

“Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga harus menjadi pusat pendidikan serta pemberdayaan umat yang memberi manfaat luas bagi masyarakat," kata Pramono.

"Saya mengucapkan selamat dan semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan, serta membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan seluruh warga Jakarta,” sambungnya. 

Menurut dia, masjid dan jemaahnya memiliki kekuatan moral dan sosial yang besar serta dapat menjadi benteng ketahanan sosial kota, terutama di tengah transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global. 

Karena itu, pembangunan Jakarta, kata Pramono, tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ketahanan sosial dan spiritual warga.

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung penguatan fungsi masjid, salah satunya melalui Program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI). Ia meminta pengurus DMI yang baru dilantik ikut memantau pelaksanaan program tersebut. 

“Kami terus memberikan dukungan terhadap penguatan fungsi masjid, salah satunya melalui Program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI). Kepada jajaran pengurus DMI yang baru dilantik, saya titipkan amanah untuk turut memantau pelaksanaan program BOTI di masjid dan musala masing-masing,” katanya.

Dia berharap BOTI dikelola secara transparan, akuntabel, dan profesional agar bantuan benar-benar bermanfaat bagi pengurus masjid, imam, marbot, guru ngaji, hingga petugas pemulasaraan jenazah.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat DMI Jusuf Kalla mengajak DMI DKI Jakarta mendorong peran masjid dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan, seperti penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan tawuran. 

“Hal ini juga mencakup kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun Jakarta yang lebih baik. Semoga kepengurusan DMI DKI Jakarta dapat terus berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan,” ujar Jusuf Kalla.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI