Bimbingan Manasik Nasional, Menhaj Imbau Kesiapan Jemaah Sejak Dini

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:23 WIB
Menhaj Gus Irfan (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)
Menhaj Gus Irfan (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)

SinPo.id - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Gus Irfan Yusuf memaparkan sejumlah penguatan kebijakan dan inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting.

Gus Irfan menegaskan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bentuk kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah dalam memberikan layanan khusus bagi jemaah haji Indonesia. Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Gus Irfan, dalam keterangannya.

Salah satu inovasi, kata Gus Irfan, penguatan pelayanan yang berpusat pada jemaah. Seluruh kebijakan haji dirancang dengan mempertimbangkan kondisi riil jemaah Indonesia, termasuk usia, kesehatan, serta kebutuhan pendampingan selama beribadah.

Dia juga menyampaikan penguatan program strategis penyelenggaraan haji, antara lain penurunan biaya haji, penyamarataan daftar tunggu yang lebih berkeadilan, serta optimalisasi peran haji dalam mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan jemaah yang terintegrasi.

Dalam aspek layanan, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmen terhadap haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan melalui penguatan pendampingan, perhatian pada keterbatasan fisik dan kesehatan, serta perlindungan keamanan dan kenyamanan jemaah.

Gus Irfan juga menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama jemaah dalam mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Irfan menjelaskan konsep istithaah kesehatan yang meliputi kemampuan finansial, kesehatan, dan pemahaman syariat sebagai dasar kesiapan jemaah.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah yang sakral dan memiliki waktu tunggu yang panjang,” tegasnya.

Melalui berbagai penguatan dan inovasi tersebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M diarahkan untuk mencapai Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter jemaah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI